Rabu, 28 Oktober 2026
22:09 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Cecilia Payne-Gaposchkin

Cecilia Payne-Gaposchkin

Bagikan:
250px-Cecilia_Helena_Payne-Gaposchkin_%281900-1979%29_-_Science_Service.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cecilia Payne-Gaposchkin adalah astronom yang dikenal karena penelitiannya mengenai komposisi bintang. Ini adalah potret foto Cecilia Payne-Gaposchkin di Harvard College Observatory. Foto berasal dari koleksi Science Service di Smithsonian Institution dan direstorasi oleh Adam Cuerden.

Cecilia Payne-Gaposchkin (10 Mei 1900 – 7 Desember 1979) adalah seorang astronom Britania-Amerika.

Dia dilahirkan di Inggris dengan nama Cecilia Payne dan menempuh studi dalam bidang botani, fisika dan kimia di Universitas Cambridge. Ia meninggalkan Inggris dan menuju ke Amerika Serikat pada 1922.

Pada 1925, ia menjadi orang pertama yang mendapatkan gelar Ph.D. dalam bidang astronomi dari Universitas Harvard untuk disertasinya Stellar Atmospheres, A Contribution to the Observational Study of High Temperature in the Reversing Layers of Stars. Astronom Otto Struve menyebutnya sebagai "thesis Ph.D. paling brilian yang pernah ditulis dalam bidang astronomi". Dengan menerapkan teori ionisasi yang dikembangkan oleh fisikawan Meghnad Saha, ia dapat dengan akurat menghubungkan kelas spektrum bintang-bintang dengan temperatur mereka. Tesis tersebut mengemukakan bahwa hidrogen adalah unsur pokok paling berlimpah yang ada di bintang-bintang.

Dalam perjalanannya ke Eropa pada 1933, ia bertemu dengan Sergei I. Gaposchkin di Jerman, seorang kelahiran Russia. Ia menolongnya untuk mendapatkan visa ke Amerika Serikat dan mereka menikah pada Maret 1934, dan memiliki tiga anak. Payne-Gaposchkin tetap aktif di bidang sains sepanjang hidupnya, menghabiskan seluruh karier akademiknya di Harvard. Pada 1956 ia menjadi profesor tetap wanita pertama di Harvard, dan kemudian menjadi wanita pertama yang menjabat sebagai ketua departemen.

Menurut G. Kass-Simon dan Patricia Farnes, kariernya mengalami turning point di Observatorium Universitas Harvard. Di bawah arahan Edward Charles Pickering, observatorium tersebut menawarkan kesempatan di bidang astronomi untuk wanita lebih daripada institusi lain, dan mencatat kemajuan yang telah dimulai sebelumnya di awal abad 20 oleh Williamina Fleming, Antonia Maury, Annie Jump Cannon, dan Henrietta Leavitt.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan