Minggu, 27 September 2026
03:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Kapusin muka-putih panama

Kapusin muka-putih panama

Kapusin muka-putih Panama
250px-Panamanian_white-faced_capuchins_%2881622%292.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Primata
Subordo: Haplorhini
Infraordo: Simiiformes
Famili: Cebidae
Genus: Cebus
Spesies:
C. imitator
Nama binomial
Cebus imitator
(Thomas, 1903)
Cebus_capucinus_and_imitator_Range_Map.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Persebaran Cebus imitator dan Cebus capucinus.[2] Cebus imitator mencakup bagian Amerika Tengah dari wilayah sebarannya, kecuali bagian paling timur Panama.

Cebus imitator atau yang lebih banyak dikenal sebagai Kapusin muka-putih panama merupakan salah satu bagian dari ordo Primata[3] yang umum ditemukan di Panama.[4] Hewan ini merupakan bagian dari genus Cebus yang paling banyak diteliti di lapangan.[4] Karena hewan ini memiliki kenampakan yang mirip dengan Cebus capucinus maka kemudian ia disebut sebagai imitator atau peniru.[5] Hewan ini memiliki tubuh yang tidak terlalu panjang, yakni 34–42 cm, berat hingga 4 kg, dan panjang ekor sekitar 43–46 cm dengan bentuk menggulung ketika tidak sedang digunakan.[6][7] Kera ini memiliki kenampakan hitam pada hampir keseluruhan tubuh kecuali bagian depan yang berwarna putih kekuningan (sekitar wajah, leher, hingga dada) dan wajah yang berwarna merah muda. Hewan ini tinggal di hutan yang kering dengan elevasi sekitar 1500 m di atas permukaan laut serta di hutan bakau. Habitatnya ada di hutan-hutan sekitar Panama, Nikaragua, dan Kosta Rika. Kera ini memiliki jenis makanan yang beragam, dari buah-buahan hingga berbagai jenis serangga. Kera ini aktif mencari makan pada pagi hingga siang hari. Selain mencari makan, kera ini juga berpindah, dan berinteraksi dengan sesamanya. Untuk dapat berpindah, hewan ini menggunakan anggota gerak dan ekornya untuk menggantung dan menyeimbangkan diri di antara ranting-ranting pohon. Oleh karena itu, hewan ini disebut memiliki ekor yang prehensil. Kera ini memiliki struktur sosial dan tinggal secara berkelompok. Di dalam kelompok tersebut biasanya akan ditemukan lebih banyak betina dibandingkan jantan. Sistem hierarki yang bekerja adalah betina terkuat akan berpasangan dengan jantan terkuat dan mendominasi gerak kelompok dan pembagian makanan.[6]

Referensi

  1. ↑ Williams-Guillén, K.; Rosales-Meda, M.; Méndez-Carvajal, P.G.; Solano-Rojas, D.; Urbani, B; Lynch-Alfaro, J.W. (2021). "Cebus imitator". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2021 e.T81265980A191708420. doi:10.2305/IUCN.UK.2021-1.RLTS.T81265980A191708420.en. Diakses tanggal 29 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Rylands, A.; Groves, C.; Mittermeier, R.; Cortes-Ortiz, L. & Hines, J. (2006). "Taxonomy and Distributions of Mesoamerican Primates". Dalam Estrada, A.; Garber, P.; Pavelka, M. & Luecke, L (ed.). New Perspectives in the Study of Mesoamerican Primates. New York: Springer. hlm. 40–43. ISBN 978-0-387-25854-6.
  3. ↑ "ITIS Standard Report Page: Cebus imitator". www.itis.gov. Diakses tanggal 2019-12-05.
  4. 1 2 Alfaro, Jessica X. Lynch; Izar, Patricia; Ferreira, Renata G. (2014). "Capuchin Monkey Research Priorities and Urgent Issues" (PDF). Americal Journal of Primatology. Wiley Periodicals, Inc. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-08-10. Diakses tanggal 2019-12-05.
  5. ↑ "Cebus imitator Thomas". ecobiosis.museocostarica.go.cr. Diakses tanggal 2019-12-05.
  6. 1 2 "Panamanian white faced capuchin". EOL. Diakses tanggal 5-12-2019.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  7. ↑ canopytower. "White-Faced Capuchin Monkey | White-Headed Capuchin | The Canopy Family" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2019-12-05.[pranala nonaktif permanen]
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan