Minggu, 27 September 2026
16:12 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Cappello romano

Cappello romano

250px-CappelloRomano.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Capello romano

Sebuah cappello romano (arti harfiahnya topi Romawi) atau saturno (karena topi ini mirip dengan gambaran planet Saturnus yang bercincin) adalah sebuah topi dengan pinggiran topi yang lebar dan melingkar serta pinggiran yang berbentuk bundar yang dikenakan oleh rohaniwan Katolik. Topi ini dibuat dari bulu berang-berang atau kain tebal, dan dilapisi dengan sutera putih. Tidak seperti benda-benda perlengkapan gerejawi lainnya, topi ini bukanlah perlengkapan untuk upacara apapun dan hanya sebagai penutup kepala biasa saja yang dikenakan dalam kehidupan pribadi sehari-hari (Galero, topi yang mirip dengan cappello romano yang pernah menjadi perlengkapan pakaian upacara, tidak lagi digunakan saat ini). Penggunaan cappello romano tergantuung pada penggunanya sendiri, dan topi ini tidak pernah digunakan selama masa upacara keagamaan. Topi ini saat ini tidak umum dikenakan di luar Roma, walau penutup kepala ini cukup popular di negara-negara lain yang mayoritas penduduknya pemeluk Katolik dari abad ke-17 hingga sekitar tahun 1970-an.

Terdapat beberapa (biasanya hal kecil) perbedaan dalam rancangan cappelli, tergantung dari tingkatan posisi penggunanya. Sri Paus mengenakan cappello merah dengan untain tali emas. Para kardinal dulunya juga memiliki hak untuk mengenakan cappello merah, tetapi aturan ini dihapuskan oleh Paus Paulus VI, dan saat ini cappelli para kardinal berwarna hitam seperti penutup kepala para rohaniwan lainnya.

Seorang kardinal mungkin memiliki sebuah cappello dengan untain tali merah dan emas dengan lapisan kain warna kemerahan, sementara uskup beruntaikan tali berwarna hijau dan emas dengan lapisan kain warna ungu. Cappello milik seorang imam memiliki lapisan kain hitam. Bagi para diakon dan seminarian, cappello-nya tidak memiliki aksesoris yang membedakannya.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan