Sabtu, 24 Oktober 2026
04:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Cappello romano

Cappello romano

Bagikan:
250px-CappelloRomano.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Capello romano

Sebuah cappello romano (arti harfiahnya topi Romawi) atau saturno (karena topi ini mirip dengan gambaran planet Saturnus yang bercincin) adalah sebuah topi dengan pinggiran topi yang lebar dan melingkar serta pinggiran yang berbentuk bundar yang dikenakan oleh rohaniwan Katolik. Topi ini dibuat dari bulu berang-berang atau kain tebal, dan dilapisi dengan sutera putih. Tidak seperti benda-benda perlengkapan gerejawi lainnya, topi ini bukanlah perlengkapan untuk upacara apapun dan hanya sebagai penutup kepala biasa saja yang dikenakan dalam kehidupan pribadi sehari-hari (Galero, topi yang mirip dengan cappello romano yang pernah menjadi perlengkapan pakaian upacara, tidak lagi digunakan saat ini). Penggunaan cappello romano tergantuung pada penggunanya sendiri, dan topi ini tidak pernah digunakan selama masa upacara keagamaan. Topi ini saat ini tidak umum dikenakan di luar Roma, walau penutup kepala ini cukup popular di negara-negara lain yang mayoritas penduduknya pemeluk Katolik dari abad ke-17 hingga sekitar tahun 1970-an.

Terdapat beberapa (biasanya hal kecil) perbedaan dalam rancangan cappelli, tergantung dari tingkatan posisi penggunanya. Sri Paus mengenakan cappello merah dengan untain tali emas. Para kardinal dulunya juga memiliki hak untuk mengenakan cappello merah, tetapi aturan ini dihapuskan oleh Paus Paulus VI, dan saat ini cappelli para kardinal berwarna hitam seperti penutup kepala para rohaniwan lainnya.

Seorang kardinal mungkin memiliki sebuah cappello dengan untain tali merah dan emas dengan lapisan kain warna kemerahan, sementara uskup beruntaikan tali berwarna hijau dan emas dengan lapisan kain warna ungu. Cappello milik seorang imam memiliki lapisan kain hitam. Bagi para diakon dan seminarian, cappello-nya tidak memiliki aksesoris yang membedakannya.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan