Senin, 28 September 2026
06:03 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Sengkala

sebuah bentuk tulisan atau prasasti di mana huruf-huruf tertentu mewakili angka, sehingga jika dibaca secara khusus, huruf-huruf tersebut menunjukkan tanggal tertentu

Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks eksisting. (Januari 2023) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Sengkala" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR

Sengkala atau sengkalan adalah sandi penulisan tahun dengan kalimat yang tiap kata atau bendanya merupakan perlambangan dari suatu angka. Berdasarkan susunan benda pada kalimat yang bersangkutan, sengkalan kemudian dapat diwujudkan dalam bentuk visual menjadi gambar yang melambangkan suatu tahun spesifik. Penggunaan sandi ini, secara umum dikenal sebagai kronogram, dapat ditemukan dalam beberapa budaya Asia Tenggara termasuk salah satunya dalam budaya Jawa dan Bali.

Jenis

Menurut bentuknya, terdapat dua sengkala, yaitu sengkala memet dan sengkala lamba. Sengkala memet menggunakan gambar atau benda, sementara sengkala lamba menggunakan kata-kata.

Menurut jenis kalender yang digunakan, terdapat surya sangkala dan candra sangkala. Surya sangkala menggunakan kalender gregorian yang berdasarkan perhitungan matahari, sementara candra sengkala menggunakan perhitungan bulan, seperti tahun saka, tahun Jawa, atau tahun Hijriah.

Sistem Sandi

Prinsip dasar dari sengkalan merupakan pengalihan atau subtitusi bilangan dari 0 hingga 9 dengan suatu kata yang mensimbolisasikan bilangan tersebut. Terdapat beragam kata yang dapat digunakan untuk mensubtitusikan tiap bilangan, tetapi asosiasi antar kata dan bilangan tidaklah selalu jelas dan dapat memiliki banyak intepretasi. Berikut contoh beberapa kata yang dapat ditemukan dalam sandi sengkalan Jawa:[1]

Angka Kata Keterangan
0 Sunya Sunyi
1 Bumi
2 Netra Mata
3 Uninga Api obor
4 Tasik Laut
5 Butha Raksasa
6 Wreksa Pohon
7 Turangga Kuda
8 Naga
9 Wajah

Contoh Sengkala

Peresmian Museum Dewantara Kirti Griya ditandai dengan candra sengkala 'Miyat Ngaluhur Trusing Budi'. 'Miyat'=2, 'ngaluhur'=0, 'trusing'=9, 'budi'=1. Angka ini harus dibaca dari belakang, sehingga menunjukkan angka tahun 1902 Jawa. Sengkala tersebut termasuk sengkala lamba, karena hanya disimbolkan dengan kata-kata.

Bangunan Masjid Syuhada Yogyakarta termasuk sengkala memet, karena pada bangunannya terkandung makna angka 17-8-1945. Hal tersebut digambarkan dalam bagian-bagian penting bangunan seperti 17 anak tangga di bagian depan, delapan segi tiang gapura dan empat kupel bawah serta lima kupel atas. Simbol ini termasuk surya sengkala karena menggunakan penanggalan berdasar matahari.

Dalam sastra Bali, sengkala umum digunakan pada babad dan catatan sejarah. Salah satu contohnya misal dari naskah Babad Gumi:

ᬩᬩᬤ᭄‌ᬓᬯᭀᬦ᭄ᬩᬮᬫ᭄ᬩᬗᬦ᭄᭞ᬦᭀᬭᬢᬶᬗ᭄ᬳᬵᬮ᭄‌ᬪᬹᬢ᭄ᬣᬢᬸᬗ᭄ᬕᬮ᭄᭞᭑᭕᭒᭐᭟᭜᭟

Babad kawon Balambangan, nora tinghāl bhūttha tunggal, 1520

Gugurnya Balambangan, nora=0 tinghāl=2 bhūttha=5 tunggal=1, 1520 śaka (setara dengan 1598 masehi).

Kejadian ini merupakan salah satu kejadian pertama dalam babad ini yang tahunnya dapat dipastikan benar dengan membandingkan sumber sejarah Eropa pada masa yang sama. Pada akhir tahun 1596 masehi, penguasa Muslim Pasuruan mulai bertempur dengan penguasa Hindu Balambangan-Panarukan, suatu daerah di ujung timur pulau Jawa. Ketika penjelajah Belanda singgah di Bali pada Februari 1597, raja Gelgel Bali sedang membentuk pasukan besar sebagai upaya untuk menolong penguasa Balambangan. Upaya ini tampaknya gagal karena pada awal tahun 1601 Belanda mencatat bahwa beberapa tahun yang lalu pasukan Pasuruan telah berhasil menjatuhkan Balambangan dan memusnahkan keluarga kerajaannya.[2]

Referensi

Daftar Pustaka


Ikon rintisan

Artikel bertopik waktu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan