Selasa, 27 Oktober 2026
12:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Chandragupta I

Chandragupta I

Bagikan:
Chandragupta I
Kaisar Gupta
250px-Queen_Kumaradevi_and_King_Chandragupta_I_on_a_coin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ratu Kumaradevi dan Raja Chandragupta I di atas koin
Berkuasa320–335 M
PendahuluGhatotkacha
PenerusSamudragupta yang Agung
PermaisuriKumaradevi
WangsaWangsa Gupta
AgamaHindu Vedik

Wangsa Gupta merupakan wangsa pertama yang berada di puncak kejayaannya dengan pengangkatan Chandragupta I, putra Ghatotkacha ke atas tahta kerajaan Gupta. Ketika 2 leluhurnya diberikan gelar Maharaja(raja), Chandragupta I digambarkan di dalam prasastinya sebagai Maharajadhiraj(raja dari raja) mengsignifikasikan pertambahan keberuntungan di dalam keluarga. Beberapa seri dari koin emas yang dicetak oleh raja juga membuktikan peningkatan pengaruhnya. Yang terkenal era Gupta yang dimulai pada tanggal 26 February 320 M[1] secara umum diatribusikan kepada Chandragupta I. Karena diasumsikan bahwa era Gupta dimulai pada upacara penobatan Chandragupta I. Menurut Puranas Gupta memerintah atas wilayah (yang disebut sebagai Janapadas) seperti Prayag (Allahabad), Saket(Oudh) dan Magadh(Bihar Selatan). Deskripsi ini dari kekuasaan Gupta mendahului pemerintahan Samudragupta dan oleh karena itu harus mengacu pada wilayah yang dikuasai oleh Chandragupta I.

Aliansi dengan Lichchhavis

Sebuah uang logam dicetak oleh Chandragupta untuk memperingati ikatan pernikahannya dengan puteri Lichchhavi dari Gupta selalu disebut di dalam riwayat silsilah kerajaan Gupta sebagai 'putri' dari putra Lichchhavi'.[1] The maternal genealogy is never mentioned in the records of other kings. V.A. Smith[2] ditempatkan di kerajaan Lichchhavi, bahwa dinasti Lichchhavi memerintah di suatu daerah di Bihar Utara, antara Nepal dan Vaisali. Dinasti Lichchavi merupakan juga pemimpin Nepal yang menunjuk dinasti Lichchhavi berencana di dalam masa politik di India timur. Hal ini mungkin karena Gupta memerintah atas Gupta oleh pernikahannya dengan Kumaradevi. Peristiwa ini dinaggap memperkuat posisi Gupta dan dapat meraih ekspansi dengan pesat dibawah pimpinan Samudragupta.

Banyak kisah di dalam riwayat mengindikasikan bahwa Chandragupta memerintah pada periode tahun 319-335 M. Prasasti Allahabad di Samudragupta oleh Harishen kelihatannya menyebutkan bahwa ia secara umum mengumumkan Samudragupta yang Agung sebagai pewaris dan dapat diabdikasikan tahta atas nama putranya.

Sumber

  • R. K. Mookerji, The Gupta Empire, 4th edition. Motilal Banarsidass, 1959.
  • R. C. Majumdar, Ancient India, 6th revised edition. Motilal Banarsidass,

Catatan

  1. 1 2 R.C. Majumdar, History and Culture of the Indian People: The Classical Age, Chapter I, Bharatiya Vidya Bhavan,1954
  2. ↑ Smith V.A. Early History of India. 4th Ed.Oxford 1924
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Ghatotkacha
sebagai Penguasa Gupta
Kaisar Gupta
320–335
Diteruskan oleh:
Samudragupta yang Agung
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan