Selasa, 27 Oktober 2026
06:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Candi Gana

bangunan kuil di Indonesia

Bagikan:
Infotaula de geografia políticaCandi Gana
Candi Suntingan nilai di Wikidata
Tempat
osm-intl,12,a,a,323x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Candi_Gana&revid=27700275&groups=_ac518f1199357f23bae5d5e7ec0a5115b36c783a&parser=parsoidKoordinat: 7°44′38″S 110°29′46″E / 7.74389°S 110.49611°E / -7.74389; 110.49611 
Negara berdaulatIndonesia
Provinsi di IndonesiaJawa Tengah
KabupatenKlaten
KecamatanPrambanan
DesaBugisan Suntingan nilai di Wikidata
NegaraIndonesia Suntingan nilai di Wikidata

Candi Gana adalah sebuah candi bercorak agama Buddha yang berada di Dusun Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Candi ini terletak sekitar 300 meter sebelah timur Candi Sewu dan mempunyai arah hadap ke barat.[1]

Penamaan

Pada awalnya, candi ini disebut sebagai Candi Asu. Disebut "Asu" atau "anjing" dalam bahasa Jawa karena dulu sebelum masa pra pemugaran ada banyak anjing di sekitar candi ini. Nama Candi Asu berubah menjadi Candi Gana karena ditemukan hiasan gana atau "orang kerdil."[2]

Lokasi

Candi Gana berada sekitar 300 meter dari sebelah timur Candi Sewu dan sekitar 900 meter ke barat dari Candi Plaosan. Posisinya tidak tepat di sumbu barat-timur Candi Sewu tetapi lebih ke selatan 10 meter. Berada pada ketinggian 163 meter, candi ini hanya terdiri dari satu candi tunggal. Tangga candi berada di sebelah barat sehingga candi dapat dikatakan menghadap ke barat juga. Dasar candi berbentuk segi empat dan diberi langkan. Menurut J.F.G. Brumund, di ruang candi terdapat delapan relung, sebanyak dua tiap dinding.[1] Sampai saat ini Candi Gana belum diekskavasi dan dipugar dan diperkirakan masih ada bangunan candi yang berada di bawah rumah-rumah penduduk.[2]

Peninggalan

Terdapat lima arca Kuwera yang ditemukan di Candi Gana. Ijzerman[siapa?] percaya bahwa arca-arca tersebut menandakan bahwa Candi Gana digunakan untuk memuja Kuwera.[1]

Galeri

  • Reruntuhan Candi Gana di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten
    Reruntuhan Candi Gana di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten
  • Ruins of Gana Temple
    Ruins of Gana Temple
  • Kalpataru relief at Gana Temple
    Kalpataru relief at Gana Temple

Referensi

  1. 1 2 3 Degroot, Véronique Myriam Yvonne (2009). Candi, space and landscape : a study on the distribution, orientation and spatial organization of Central Javanese temple. Leiden: Universiteit Leiden. hlm. 190.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 Atlas budaya Indonesia, ISBN 978-602-9439-58-8, OCLC 964574538, diakses tanggal 2020-03-01

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik wisata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan