Selasa, 03 November 2026
23:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Camillo Cavour

Camillo Cavour

Bagikan:
Camillo Benso di Cavour
250px-Camillo_Benso_Cavour_di_Ciseri.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perdana Menteri Italia1
Masa jabatan
23 Maret 1861 –6 Juni 1861
Penguasa monarkiVictor Emmanuel II
PendahuluJabatan didirikan
PenggantiBettino Ricasoli
Perdana Menteri Sardinia ke-9
Masa jabatan
21 Januari 1860 –23 Maret 1861
Penguasa monarkiVictor Emmanuel II
PendahuluAlfonso Ferrero La Marmora
PenggantiJabatan dihapuskan
Masa jabatan
4 November 1852 –19 Juli 1859
Penguasa monarkiVictor Emmanuel II
PendahuluMassimo D'Azeglio
PenggantiAlfonso Ferrero La Marmora
Menteri Keuangan
Masa jabatan
19 April 1851 –11 Mei 1852
Penguasa monarkiVictor Emmanuel II
PendahuluGiovanni Nigra
PenggantiLuigi Cibrario
Menteri Agrikultur dan Perdagangan
Masa jabatan
11 Oktober 1850 –11 Mei 1852
Penguasa monarkiVictor Emmanuel II
PendahuluPietro De Rossi di Santarosa
PenggantiGiuseppe Natoli (1861)
Anggota Dewan Perwakilan Sardinia
Masa jabatan
30 Juni 1848 –17 Maret 1861
Daerah pemilihanTurin
Informasi pribadi
Lahir(1810-08-10)10 Agustus 1810
Meninggal6 Juni 1861(1861-06-06) (umur 50)
Partai politikDestra Storic
Tanda tangan

Camillo Paolo Filippo Giulio Benso, Conte di Cavour, Isolabella dan Leri (10 Agustus 1810 – 6 Juni 1861), umumnya dikenal dengan nama Conte Cavour (Italia:[kaˈvur]), adalah seorang negarawan Italia dan tokoh yang berperan penting dalam upaya penyatuan Italia.[1] Ia merupakan salah satu pemimpin partai Destra Storic dan Perdana Menteri Kerajaan Sardinia-Piedmote. Ia memegang jabatan tersebut selama meletusnya Perang Kemerdekaan Italia Kedua dan kampanye militer yang dilancarkan oleh Giuseppe Garibaldi untuk menyatukan Italia (walaupun Cavour sempat mundur selama enam bulan). Setelah Kerajaan Italia didirikan, Cavour diangkat sebagai Perdana Menteri Italia pertama; ia meninggal setelah menjabat selama tiga bulan, sehingga ia tidak sempat melihat masa ketika Venesia dan Roma menjadi bagian dari Italia.

Cavour melancarkan reformasi ekonomi di wilayah asalnya, Piedmonte, dan mendirikan koran politik Il Risorgimento. Setelah terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan, ia naik jabatan dalam waktu yang cepat dan dapat mendominasi Dewan Perwakilan berkat persatuan faksi kiri-tengah dan kanan-tengah. Setelah dilancarkannya program perluasan sistem kereta api, Cavour diangkat sebagai Perdana Menteri pada tahun 1852. Pada masa jabatannya, ia berhasil menegosiasikan kepentingan Piedmonte dalam Perang Krimea, Perang Kemerdekaan Italia Kedua, dan ekspedisi-ekspedisi Garibaldi, sehingga secara diplomatik ia berhasil membuat Piedmonte sebagai kekuatan besar di Eropa yang hampir menyatukan seluruh Italia.

Sejarawan Inggris Denis Mack Smith menyatakan bahwa Cavour adalah anggota parlemen paling sukses dalam sejarah Italia, tetapi ia bukan seorang liberal. Cavour sering kali berperilaku seperti diktator, mengabaikan para menteri dan parlemen, dan ikut campur dalam pemilu parlemen. Ia juga melancarkan kebijakan transformisme dan kebijakan-kebijakan yang tak diinginkan lainnya yang masih terus dilanjutkan penerapannya di Italia .[2][3]

Catatan kaki

  1. ↑ Camillo Benso, Conte di Cavour (Italian statesman). biography.yourdictionary.com
  2. ↑ Denis Mack Smith, "Cavour and Parliament" Cambridge Historical Journal 13#1 (1957): 37-57
  3. ↑ Denis Mack Smith, Cavour (1985).

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan