Sabtu, 26 September 2026
21:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Awan camanchaca

Awan camanchaca

330px-Parque_Fray_Jorge_la_camanchaga.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Camanchaca di Taman Nasional Bosque de Fray Jorge

Awan camanchaca adalah awan-awan yang terbentuk di pesisir Chili di dekat Gurun Atacama (gurun terkering di Bumi). Awan ini lalu bergerak ke arah pedalaman. Awan ini merupakan awan padat yang tidak menghasilkan hujan.[1] Namun, kabut ini masih menjadi sumber air bagi tumbuhan-tumbuhan di kawasan lomas. Pada tahun 1985, ilmuwan juga merancang sistem penangkapan kabut dengan menggunakan poliolefin agar tetes-tetes air dapat dijadikan sumber air untuk desa-desa di wilayah gurun.[2]

Di Peru, camanchaca dikenal dengan sebutan garúa.

Referensi

  1. ↑ Vesilind, Priit J. (2003). "The Driest Place on Earth". National Geographic. Diarsipkan dari versi asli pada 2011-07-06. Diakses tanggal 12 September 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Lavars, Nick (Agustus 25, 2015). "How Chile's fogcatchers are bringing water to the driest desert on Earth". www.gizmag.com. Diakses tanggal 2015-08-25.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik meteorologi dan klimatologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan