Senin, 09 November 2026
00:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Kakeksia

Bagikan:

Kakeksia (bahasa Inggris: cachexia) adalah sindrom kompleks yang menyebabkan hilangnya otot dan tidak dapat sepenuhnya dikembalikan melalui suplementasi nutrisi. Kakeksia merupakan sindrom yang dikaitkan dengan penyakit tertentu yang mendasarinya. Beragam penyakit dapat menyebabkan kakeksia, seperti kanker, gagal jantung kongestif, penyakit paru obstruktif kronik, penyakit ginjal kronis, dan AIDS. Peradangan sistemik dari kakeksia berdampak negatif pada perubahan metabolisme dan komposisi tubuh. Berbeda dengan penurunan berat badan karena asupan kalori yang tidak cukup, kakeksia lebih banyak menyebabkan hilangnya otot dan bukannya kehilangan lemak. Diagnosis kakeksia sulit dilakukan karena kurangnya kriteria diagnostik yang pasti. Kakeksia dapat membaik dengan pengobatan penyakit yang mendasarinya, tetapi pendekatan pengobatan lain memiliki manfaat terbatas. Kakeksia dikaitkan dengan peningkatan mortalitas dan kualitas hidup yang buruk.

Mekanisme

Mekanisme terjadinya kanker kakeksia diduga multifaktorial yaitu:

1. Perubahan metabolik

Perubahan metabolik yang ditemukan pada kaheksia lebih menyerupai pada infeksi dibandingkan kelaparan. Pada kaheksia, terdapat peningkatan katabolisme protein otot sehingga menyebabkan penurunan massa otot. Selain itu, timbul penurunan jaringan lemak karena lipolisis yang diperantarai LMF (Lipid Mobilizing Factor) dan zinc-alpha-2 glycoprotein yang memiliki efek lipolitik. Sebagian besar tumor solid menghasilkan laktat yang diubah kembali menjadi glukosa dalam hati (siklus Cori).

2. Faktor tumor

Sel-sel tumor menghasilkan faktor proinflamasi dan procachectic (LMF dan PIF/Proteolysis Inducing Factor) yang menstimulasi respons inflamasi.

3. Faktor inang-tumor

Sitokin proinflamasi yang dihasilkan sel tumor yaitu TNF-α, IL-1, dan IL-6 memperantarai proses kakeksia. TNF-α dan PIF meningkatkan degradasi protein dan menurunkan sintesis protein.

4. Faktor inang

Perubahan sistemik sebagai respons terhadap inflamasi ditandai dengan respons fase akut. Meningkatnya respons protein fase akut dijumpai sampai 50% dari pasien dengan kanker solid dan hal ini berkaitan dengan hipermetabolisme. CRP (C Reactive Protein) merupakan metode yang sering dipakai untuk mengetahui besarnya respons inflamasi sistemik. Faktor neuroendokrin tampaknya terganggu pada keadaan kanker sehingga menyebabkan resistensi insulin, menurunnya aktivitas anabolik, dan meningkatnya cortisol. Gangguan ini mungkin diperantarai oleh respons inflamasi sistemik terkait kanker.

Gejala

  • Kelelahan yang luar biasa
  • Penurunan kinerja
  • Penurunan berat badan mendadak
  • Dehidrasi
  • Pembengkakan karena protein bebas
  • Akumulasi transudat dalam rongga yang berbeda
  • Kulit pucat
  • Kerutan berlebihan
  • Defisiensi vitamin
  • Sembelit
  • Mengantuk
  • Melemahnya daya tahan tubuh
  • Depresi
  • Anemia
  • Penurunan fungsi seksual
  • Amenore pada wanita
  • Merasa dingin
  • Penurunan volume sirkulasi darah
  • Penurunan tekanan darah

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan