Jumat, 02 Oktober 2026
20:23 WIB
TERKINI
Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang
Sampek Engtay

Sampek Engtay

Bagikan:
Untuk film Hindia Belanda tahun 1931, lihat Sam Pek Eng Tay.
250px-Liang_Shanbo_and_Zhu_Yingtai_%281954%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Film Sampek Engtay produksi Tiongkok, tahun 1954
Sampek Engtay
Hanzi tradisional: 梁山伯與祝英台,山伯英台
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Liáng Sān Bó yǔ Zhù Yīng Tái, Sān Bó Yīng Tái
Min Nan
- Romanisasi POJ: Niû Sam-pek ū Chiok Eng-tâi, Sam-pek Eng-tâi
Nama Indonesia
Indonesia: Nio Sampek dan Ciok Engtay, Sampek Engtay

Sampek Engtay adalah cerita rakyat Tiongkok yang menceritakan percintaan Sampek dan Engtay. Dalam bahasa mandarin kisah ini dikenal sebagai Liang Shanbo Yu Zhu Yingtai (梁山伯與祝英台). Legenda ini sering dianggap sebagai Romeo dan Juliet versi Tionghoa.

Cerita

Engtay adalah seorang gadis muda dari Shangyu, Zhejiang, putri tunggal dari sebuah keluarga kaya. Ia menyamar sebagai seorang laki-laki dan pergi ke Hangzhou untuk belajar. Dalam perjalanannya, ia berkenalan dengan Sampek, yang berasal dari Kuaiji. Mereka memutuskan diri menjadi saudara angkat. Di sekolah Engtay mulai jatuh cinta dengan Sampek.

Tiga tahun kemudian, Engtay menerima surat dari ayahnya yang meminta ia agar pulang secepatnya. Sebelum pergi, ia membuka kedoknya pada istri kepala sekolahnya, dan meminta agar ia memberikan sebuah kalung kepada Sampek sebagai hadiah pertunangan. Sampek mengantar Engtay pulang sejauh 18 mil. Dalam perjalanan, Engtay mendapat ide untuk menjodohkan Sampek dengan "adik perempuan"nya. Ia meminta Sampek untuk datang ke rumahnya agar ia dapat diperkenalkan dengan adik tersebut.

Ketika Sampek tiba di rumah Engtay, ia akhirnya mengetahui rahasianya. Namun orang tua Engtay memaksanya untuk menikahi orang lain. Sampek sakit hati dan akhirnya meninggal dunia. Pada hari pernikahan Engtay, mereka tidak dapat pergi ke rumah mempelai laki-laki karena terhadang badai di dekat kuburan Sampek. Engtay pergi ke kuburan tersebut dan meminta agar kuburan tersebut terbuka. Tiba-tiba hal ini terjadi dan Engtay meloncat ke dalam kuburan dan bergabung dengan Sampek. Jiwa mereka dilahirkan kembali sebagai sepasang kupu-kupu yang terbang bersama.

Adaptasi

Cerita ini telah diangkat oleh Teater Koma disutradarai oleh Norbertus Riantiarno sejak 1988.[1] Pemeran utamanya adalah Idries Pulungan dan Sari Madjid.

Pada tahun 1963, kisah ini diangkat ke layar lebar produksi Shaw Brothers, yang berjudul The Love Eterne.

Pada film Kera Sakti, kisah ini dibawa sebagai salah satu dari 1000 penderitaan cinta yang harus ditanggung Panglima Tianpeng (diperankan oleh Wayne Lai) akibat melanggar hukum Langit, di mana kemudian dia bereinkarnasi menjadi Tie Patkai.

Rujukan

  1. ↑ (Indonesia) Teater Koma “Sampek Engtay” Bukan Cinta yang Biasa Diarsipkan 2015-11-02 di Wayback Machine., indonesia-now. 2015-11-02

Bibliografi

Pranala luar

Artikel ini mengandung Teks Tionghoa. Tanpa dukungan perenderan yang baik, Anda mungkin akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan Karakter Tionghoa.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan