Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu. Cari sumber: "Suku Burusu" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR |
Suku Dayak Burusu (Dayak Bulusu) adalah salah satu sub suku dayak yang ada di Kalimantan Utara asal muasal suku dayak Bulusu menurut sastra lisan yang diwariskan turun temurun adalah berasal dari Dagas Sebengawang yaitu suatu tempat di hulu Kabupaten Malinau tepatnya di Gong Solok. dari tempat itu kemudian suku Burusu bermigrasi ke beberapa daerah yaitu desa Sesua, Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau, Kecamatan Sesayap dan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung, Kecamatan Sekatak dan Kecamatan Tanjung Palas Utara Kabupaten Bulungan di Malaysia, negara bagian Sabah sama negara Brunei Darussalam. populasi suku Dayak Burusu saat ini kurang lebih 25.000 jiwa.
Suku Dayak Burusu memiliki beraneka ragam budaya yang menarik dan unik terutama dalam hal ritual kepercayaan terhadap roh - roh orang mati.


Organisasi suku Dayak Burusu adalah
- Perkumpulan Persekutuan Dayak Bulusu (PPDB)
- Persatuan Mahasiswa dan Pelajar Dayak Bulusu (PMDP-DB)
Bahasa Burusu bisa dibilang terbagi menjadi 2 ada yang kasar dan ada yang halus jika diperhatikan bahasa Burusu yang ada di sekatak lebih halus dibanding di daerah Tana Tidung dan Sesua (Malinau).
Terdapat juga Bahasa Burusu yang asli jika di dengar sekarang akan Sulit di mengerti oleh orang-orang yang tidak pernah mendengarnya Bahasa Burusu asli hanya di mengerti oleh petua-petua atau orang hidup di jaman dulu yang masih hidup sampai sekarang. kita bisa bisa mendengar bahasa Burusu asli jika ada acara-acara tertentu saja di acara Gawai (irau) , acara pernikahan (Giwan), orang meninggal, atau senudon
Tarian Dayak Burusu
- tarian panjang
- tarian patoy lali
- tarian sampe khas Burusu