Senin, 21 September 2026
18:33 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Melati

Melati

genus tumbuh-tumbuhan

Melati
250px-Jasmine_.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jasminum sambac
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Lamiales
Famili: Oleaceae
Tribus: Jasmineae
Genus: Jasminum
L.
Spesies tipe
Jasminum sambac
Sinonim[1]
  • Mogorium Juss.
  • Noldeanthus Knobl.
  • Nyctanthos St.-Lag.
Artikel takson sembarang
Bunga melati berwarna putih
Bunga melati berwarna putih

Melati (Jasminum) merupakan tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun. Melati merupakan genus dari semak dan tanaman merambat dalam keluarga zaitun (Oleaceae). Terdiri dari sekitar 200 spesies tumbuhan asli daerah beriklim tropis dan hangat dari Eurasia, Australasia dan Oseania, melati secara luas dibudidayakan untuk aroma khas bunganya yang harum. Di Indonesia, salah satu jenis melati telah dipilih menjadi "puspa bangsa" atau bunga simbol nasional yaitu melati putih (Jasminum sambac), karena bunga ini melambangkan kesucian dan kemurnian, serta dikaitkan dengan berbagai tradisi dari banyak suku di negara ini.

Berdasarkan jurnal tersebut, bunga melati (Jasminum sambac) memiliki ciri-ciri berupa batang yang tegak dan dapat merambat, daun berwarna hijau dengan bentuk membulat, serta bunga kecil berwarna putih. Mahkota bunganya dapat tersusun selapis atau bertumpuk dan mengeluarkan aroma harum yang khas. Warna putih pada bunga melati melambangkan kesucian dan keelokan budi, sehingga sering dimaknai sebagai simbol kemurnian dalam budaya Indonesia.[2]

250px-Javanese_Surakarta_Bride.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pengantin Jawa dengan adat gaya Surakarta menggunakan ronce melati sebagai hiasan pada sanggul

Bunga ini kerap menjadi hiasan rambut pengantin perempuan dalam upacara perkawinan berbagai suku di Indonesia, terutama suku Jawa dan Sunda. Jenis lain yang juga populer adalah melati gambir (J. officinale). Di Indonesia nama melati dikenal oleh masyarakat di seluruh wilayah Nusantara. Nama-nama daerah untuk melati adalah Menuh (Bali), Meulu atau Riwat (Aceh),[3] Menyuru (Banda), Melur (Gayo dan Batak Karo), Manduru (Menado), Mundu (Bima dan Sumbawa) dan Manyora (Timor), Melati Salam (UMI), Malete (Madura) serta Beruq-beruq (Mandar).

Di Italia, melati casablanca (Jasminum officinalle), yang disebut Spanish Jasmine ditanam tahun 1692 untuk dijadikan parfum. Tahun 1665 di Inggris dibudidayakan melati putih (J. sambac) yang diperkenalkan oleh Duke Casimo de Medici. Dalam tahun 1919 ditemukan melati J. Parkeri di kawasan India Barat Laut yang kemudian dibudidayakan di jerman pada tahun 1923.

Jenis-jenis melati

250px-%28MHNT%29_Jasminum_polyanthum_%E2%80%93_flowers_and_buds.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bunga Jasminum polyanthum.

Di antara 200 jenis melati yang telah diidentifikasi oleh para ahli botani, baru sekitar 9 jenis melati yang umum dibudidayakan dan terdapat delapan jenis melati yang potensial untuk dijadikan tanaman histeria. Sebagian besar jenis melati tumbuh liar di hutan-hutan karena belum terungkap potensi ekonomi dan sosialnya. Tanaman melati termasuk suku melati-melatian atau Oleaceae.

Berikut ini merupakan Jenis-jenis melati:

Manfaat

250px-Bunga_arak_cendana.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sajian bunga mawar dan melati di upacara Arak Cendana.

Bunga melati bermanfaat untuk bunga tabur, bahan industri minyak wangi, kosmetika, parfum, farmasi, penghias rangkaian bunga dan bahan campuran atau pengharum teh, seperti teh melati yang populer di Indonesia.

250px-Jasmine_tea_in_a_glass_%288658148091%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Teh Melati dengan penyajiandan pengolahan ala Tiongkok

Bunga dan daun-daun dari beberapa spesies melati digunakan untuk mengurangi atau menghentikan keluarnya susu ibu,[11][12] dalam rupa bunga yang diremukkan atau tapal daun-daunan yang ditempelkan di atas buah dada.[13]

Tapal daun-daun dari beberapa jenis melati dipakai untuk mengobati bisul dan sakit kulit. Daun-daun ini juga digunakan sebagai obat kumur untuk mengobati seriawan dan pembengkakan gusi. Air rendaman bunga yang telah bermalam digunakan sebagai penyegar untuk mencuci muka.[13]

Ekstrak akar beberapa jenis melati dimanfaatkan sebagai penurun demam. Rebusan akar melati atau rendaman bunganya dipakai untuk mengatasi radang peparu, bronkitis, dan juga asthma. Akar yang ditumbuk dijadikan tapal untuk menyembuhkan keseleo atau patah tulang. Tingtur (ekstrak dalam alkohol) akar J. sambac memiliki khasiat kuat sebagai penenang (sedatif), anestetik, dan penyembuh luka.[13]

Beberapa jenis melati juga ditanam sebagai penghias taman.[14]

Referensi

  1. "Tacca J.R.Forst. & G.Forst". Plants of the World Online. Royal Botanic Gardens, Kew. 2023. Diakses tanggal 25 Maret 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Fatimah, Dina; Luthfiah, Vinie (2019-11-18). "Bentuk dan Fungsi Ragam Hias Bunga Melati pada Arsitektur Candi". Waca Cipta Ruang. 5 (2): 367–372. doi:10.34010/wcr.v5i2.2317. ISSN 2656-1824.
  3. Aboe Bakar dkk. 2011. Kamus Bahasa Aceh - Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
  4. Templat:UniProt Taxonomy
  5. Bluegrape jasmine Diarsipkan 2009-06-01 di Wayback Machine.
  6. "Jasminum". Australian Plant Name Index (APNI), IBIS database. Centre for Plant Biodiversity Research, Australian Government, Canberra. Diakses tanggal 2008-12-13.
  7. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 "Jasminum". African Flowering Plants Database. Conservatoire et Jardin Botaniques Ville de Geneve. Diakses tanggal 2008-12-16.
  8. 1 2 3 4 5 6 "GRIN Species Records of Jasminum". Germplasm Resources Information Network (GRIN). United States Department of Agriculture, Agricultural Research Service, Beltsville Area. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-24. Diakses tanggal 2008-12-13.
  9. "Flora of China". www.efloras.org. Diakses tanggal 2008-12-13.
  10. "Jasminum parkerii". NC State University. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-09-05. Diakses tanggal 2008-12-13.
  11. Amuthavalluvan, V. & J. Devarapalli. 2011. "Indigenous knowledge and health seeking behavior among Kattunayakan: a tribe in transition". Glob. J. Human Soc. Sci. 11(6), Oct. 2011.
  12. Shrivastav P., K. George, N. Balasubramaniam, M.P. Jasper, M. Thomas, & A.S. Kanagasabhapathy. 1988. "Suppression of puerperal lactation using jasmine flowers (Jasminum sambac)". Aust. N.Z. J. Obstet. Gynaecol. 28(1):68-71. Feb. 1988.
  13. 1 2 3 Rahajoe, J.S., R. Kiew, & J.L.C.H. van Valkenburg. 1999. Jasminum L. in Padua, L.S., N. Bunyapraphatsara, & R.H.M.J. Lemmens (Eds.) Plant Resources of South-East Asia 12(1) - Medicinal and poisonous plants 1: 315-20. Prosea Foundation, Bogor.
  14. Kerala Agric. Univ.: Jasmine

Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan