Rabu, 23 September 2026
22:27 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Bunga-bunga Iris

Bunga-bunga Iris

Lukisan Vincent van Gogh

250px-Irises-Vincent_van_Gogh.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Irises, Vincent van Gogh
Bunga-bunga Iris
Vincent van Gogh, 1889
Cat minyak di atas kanvas, 71×93 cm (28×37 in)
J. Paul Getty Museum, Los Angeles, California

Bunga-bunga Iris adalah nama sebuah lukisan karya pelukis Vincent van Gogh. Merupakan satu dari sekian karyanya ketika ia berada di R.S. Jiwa Saint Paul-de-Mausole di Saint-Rémy-de-Provence, Prancis pada saat-saat terakhir menjelang kematiannya tahun 1890. Lukisan tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh lukisan kayu Jepang, seperti kebanyakan karyanya yang lain. Ia menyebut lukisan tersebut "konduktor petir untuk penyakitku" karena ia merasa dapat mencegahnya dari kegilaan dengan tetap meneruskan melukis. Van Gogh menganggap lukisan ini sebagai sebuah lukisan persiapan (sketsa atau lukisan dasar dengan garis-garis bayang yang dipersiapkan sang pelukis untuk mencoba-coba mencari bentuk gambar yang hendak ia lukis kemudian). Saudaranya Theo mendaftarkannya ke pameran bernama Salon des Indépendants pada September 1889. Ia lalu menulis pesan kepada Vincent mengenai Bunga-bunga Iris: "Lukisan tersebut menjadi perhatian dari jauh. Bunga-bunga Iris adalah lukisan yang cantik, penuh dengan perasaan dan kehidupan."

Pemilik pertamanya adalah Octave Mirbeau, seorang kritikus seni Prancis, yang menjadi salah satu pendukung pertama Van Gogh.

Tahun 1987, lukisan tersebut menjadi lukisan yang termahal yang pernah dijual. Walaupun rekor tersebut kemudian dilewati, lukisan tersebut dijual seharga AUS$54.000.000 kepada Alan Bond. Pemiliknya sekarang adalah Museum Getty di Los Angeles.


Ikon rintisan

Artikel bertopik seni ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan