Selasa, 03 November 2026
04:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Daivadnya

Daivadnya

Bagikan:
Daivadnya
250px-Shetgentleman.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daerah dengan populasi signifikan
Goa, Pesisir dan barat Maharashtra, Pesisir dan tengah Karnataka

Populasi di:

Bahasa
Dialek-dialek yang utamanya dari Konkani dan Marathi dipakai sebagai bahasa ibu dan digunakan untuk komunikasi tertulis.

Kannada, Gujarati, Malayalam, Tulu, dan Hindi yang jarang digunakan di luar rumah. Bahasa Inggris umumnya digunakan untuk pendidikan dan komunikasi formal.

Sanskerta digunakan pada seluruh keperluan agama.
Agama
Hindu Brahminikal: tradisi Smarta atau Mādhva
Kelompok etnik terkait
Indo-Skitia, Indo-Arya, Brahmin Saraswat Goud, Katolik Goa, Katolik Mangalore, Katolik Karwari
Artikel ini mengandung teks Indi. Tanpa dukungan perenderan yang baik, Anda mungkin akan melihat tanda tanya atau kotak, misplaced vowels atau missing conjuncts, bukan teks Indi.

Daivadnya atau Daivajña adalah sebuah komunitas etno-relijius dan sebuah sub-kasta Hindu dari pesisir barat India, yang utamanya tinggal di negara bagian Goa, pesisir Karnataka, dan pesisir Maharashtra. Negara bagian Goa dianggap menjadi tanah air asli dari Daivadnya. Mereka dipercaya berkembang di Goa dan terkadang mereka disebut Gomantaka Daivadnya. Karena beberapa alasan sosio-ekonomi, mereka berpindah ke bagian-bagian berbeda di India selama beberapa abad terakhir.[1]

Referensi

  1. ↑ "Gomantak Prakruti ani Sanskruti", Part-1, p. 225 by B. D. Satoskar

Bacaan tambahan

  • Gomes, Rui Pereira; Couto, Antonio Victor (1978). Goa:Hindu Temples and deities.
  • Gomes, Rui Pereira; Couto, Antonio Victor (1981). Goa.
  • Ranganathan, Murali; Gyan Prakash (2009). Govind Narayan's Mumbai. Anthem Press. hlm. 407. ISBN 978-1-84331-305-2.
  • Saldanha, Jerome A. Origin and growth of Konkani or Goan communities and language.
  • Dhume, Anant Ramkrishna Sinai. The cultural history of Goa from 10000 B.C.-1352 A.D.
  • Goa (1979). Gazetteer of the Union Territory Goa, Daman and Diu: district gazetter.
  • Ghurye, Govind Sadashiv (1993). Caste and race in India (Edisi 5). hlm. 493.
  • Karve, Irawati (1961). Hindu society (Edisi 2). hlm. 171.
  • De, Souza; Carmo:borges, Charles. The Village Communities. A Historical and legal Perspective.
  • Charles J. Borges; Helmut Feldmann (1997). Goa and Portugal. hlm. 319.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  • Thākare, Keśava Sitārāma (1919). Grāmaṇyācā sādyanta itihāsa arthāta nokarśāhīce banḍa (dalam bahasa Marathi). Mumbai.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  • Joshi, Mahadevshastri (1979). Bharatiya Sanskriti Kosh (bahasa Marathi: भारतीय संस्कृती कोश). Bharatiya Sanskriti Kosh Mandal.
  • Dias, Giselle (Mei 2007). A search for an identity Catholic Goans – How they fit in a predominantly Hindu India (PDF). Goan Association of Toronto, Canada (Based on various books). Diarsipkan dari asli (PDF, 66 KB) tanggal 2008-11-21. Diakses tanggal 23 Desember 2008.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Postscript (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • "Genetics of Castes and Tribes of India:Indian Population Milieu" by M. K. Bhasin, Department of Anthropology, University of Delhi, Delhi 110 007, IndiaGenetics of Castes and Tribes of India:Indian Population Milieu (PDF).
  • The Sixteen Samskaras Part-I (PDF). 8 Agustus 2003. Diakses tanggal 27 Agustus 2008.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wiktionary logo
Lihat entri Daivajna di kamus bebas Wikikamus.

Templat:Daivadnya

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan