Kamis, 29 Oktober 2026
14:02 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Boros kata

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2022)

Boros kata[1] adalah penggunaan kata yang berlebihan dalam tulisan atau ujaran. Menghindari boros kata penting untuk menghasilkan kalimat yang efektif dan mudah dipahami. Lawan dari boros kata adalah hemat kata, yang menekankan penggunaan kata yang tepat dan ringkas .[2][3]

Purwadarminta pernah berpendapat tentang keborosan kata:[4]

Penuturan yang ringkas pada umumnya kuat dan tegas. Penuturan yang luas karena banyak kata-katanya yang mubazir biasanya lemah dan kabur. Demikianlah pada umumnya. Karena itu maka kalimat yang sudah jelas dan terang dengan empat kata, misalnya, jangan dikatakan dengan lima atau enam kata.

Boros kata sering disinonimkan dengan kalimat tidak efektif, kalimat mubazir, mubazir kata,[5] kalimat bertele-tele atau kalimat berbelit-belit.

Contoh

Beberapa contoh pemborosan kata:[3]

  • Sejarah daripada perjuangan dan pertumbuhan bangsa ikut memberi dasar dan arah daripada politik kita yang bebas dan aktif.
    • Sejarah perjuangan dan pertumbuhan bangsa ikut memberi dasar dan arah politik kita yang bebas dan aktif.
  • Bilamana terjadi hujan yang turun dengan sangat lebatnya, pekarangan sekolah kami dipenuhi air banyak sekali yang meluap dari selokan.
    • Bila turun hujan lebat, pekarangan sekolah kami dibanjiri air dari selokan itu.

Contoh dalam kata-kata yang sering bersanding tetapi sebenarnya merupakan pemborosan kata:[6]

  • Demi untuk (dapat memilih salah satu saja)
  • Majalah mading (kata majalah telah ada dalam kata mading, alias majalah dinding)
  • Agar supaya (dapat memilih salah satu saja)
  • Para hadirin (kata hadirin telah menggambarkan semua orang yang hadir)

Catatan kaki

  1. ↑ "Glosarium ~ Kateglo". kateglo.com. Diakses tanggal 2020-02-10.
  2. ↑ * Terampil Berwicara ..SMU 2. Grasindo. ISBN 978-979-732-186-4.
  3. 1 2 Widyamartaya, A. (1989-01-01). Seni menerjemahkan. Kanisius. ISBN 978-979-413-043-8.[pranala nonaktif permanen]
  4. ↑ Widyamartaya, A. (1990). Seni menggayakan kalimat: bagaimana mengembangkan, mengefektifkan dan mencitarasakan kalimat. Kanisius. ISBN 978-979-413-272-2.
  5. ↑ developer, mediaindonesia com (2017-07-22). "Hanya Saja". mediaindonesia.com. Diakses tanggal 2020-02-10.
  6. ↑ Rizka, Ajeng (2019-11-13). "10 Kata Boros bin Nggak Efektif yang Sering Dipakai Orang. Cuma Keliru Atau Emang Nggak Tahu nih?". Hipwee. Diakses tanggal 2020-02-10.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan