Kamis, 29 Oktober 2026
09:18 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Boris Blacher

Boris Blacher

Bagikan:
250px-Boris_Blacher.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Boris Blacher

Boris Blacher (lahir 19 Januari 1903 di Niu-chang, Tiongkok — meninggal 30 Januari 1975 di Berlin, Jerman pada umur 72 tahun) adalah seorang komposer Jerman yang terkenal karena musik instrumentalnya.[1] Selain itu, ia juga dikenal sebagai pemain opera dan balet.[1] Kariernya sempat terganggu oleh intervensi dari Sosialisme Nasional dan kembali pada tahun 1945.[2]

Blacher memiliki garis keturunan Jerman-Baltik.[1] Ia belajar musik di Irkutsk, Siberia dan Harbin, Cina, sebelum pergi ke Berlin pada tahun 1922.[1] Pada tahun 1919, ia bekerja sebagai komposer di Rumah Opera Cina.[3] Sepulang dari Cina, ia kembali ke Jerman dan bekerja sebagai komposer dan guru di Berlin dan selanjutnya di Dresden.[2] Ia belajar dan mengajar sebelum datangnya tekanan dengan pemerintahan Nazi.[1] Setelah Perang Dunia II, ia menjadi guru di Akademi Musik di Berlin Barat dan menjabat sebagai direktur pada tahun 1953-1970.[1] Blacher juga diangkat sebagai anggota dari Akademi Seni Berlin Barat di bagian musik pada tahun 1955, di mana ia menjabat sebagai direktur pada tahun 1961.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 www.britannica.com: Boris Blacher. Diakses 3 Juni 2014
  2. 1 2 www.naxos.com: Boris Blacher. Diakses 3 Juni 2014
  3. ↑ www.encyclopedia.com: Blacher, Boris. Diakses 3 Juni 2014


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi musisi atau pemusik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan