Rabu, 28 Oktober 2026
04:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Blokade Biafra

Blokade Biafra

Bagikan:

Blokade Biafra oleh pemerintah federal Nigeria selama Perang Saudara Nigeria (1967–1970) mengakibatkan bencana kelaparan yang akhirnya menelan korban setidaknya satu juta jiwa dan berakhir dengan kapitulasi negara separatis Biafra.

250px-Starving-woman-africa-biafra-nigeria-conflict-famine.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wanita kelaparan selama blokade Biafra

Blokade dan krisis kemanusiaan yang terjadi setelahnya memicu mobilisasi di seluruh dunia dan perdebatan luas tentang konsep genosida. Hal ini juga memicu perdebatan luas tentang pantas atau tidaknya peristiwa yang terjadi di Biafra digambarkan sebagai genosida. Pada akhirnya, hal ini berkontribusi pada reformasi hukum blokade untuk melindungi warga sipil dan larangan kelaparan sebagai metode peperangan dalam amendemen Konvensi Jenewa tahun 1977.

Sumber

  • Heerten, Lasse (2017). The Biafran War and Postcolonial Humanitarianism: Spectacles of Suffering (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. ISBN 978-1-107-11180-6.
  • Moses, A. Dirk (2021). The Problems of Genocide: Permanent Security and the Language of Transgression (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. ISBN 978-1-009-02832-5.
  • Mulder, Nicholas; van Dijk, Boyd (2021). "Why Did Starvation Not Become the Paradigmatic War Crime in International Law?". Contingency in International Law: On the Possibility of Different Legal Histories (dalam bahasa Inggris). Oxford University Press. hlm. 370–. ISBN 9780192898036.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan