Minggu, 01 November 2026
00:16 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Bintang Gerilya

Bintang Gerilya

tanda kehormatan militer di Indonesia

Bagikan:
Bintang Gerilya
250px-Bintang_gerilya.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dianugerahkan oleh Presiden Indonesia
TipeBintang Militer
Dibentuk1949
Negara Indonesia
KelayakanMiliter
StatusMasih dianugerahkan
Prioritas
Tingkat lebih tinggiBintang Mahaputera
Tingkat lebih rendahBintang Yudha Dharma
SetingkatBintang Jasa
Bintang Kemanusiaan
Bintang Penegak Demokrasi
Bintang Budaya Parama Dharma
Bintang Sakti
Bintang Dharma
120px-Bintang_Gerilya_rib.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pita tanda kehormatan

Bintang Gerilya adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk menghormati jasa seseorang mempertahankan negara dengan cara bergerilya.[1] Bintang ini salah satunya diberikan kepada rakyat Indonesia yang berjuang pada masa revolusi antara tahun 1945-1950, terutama saat Agresi Militer Belanda I (20 Juni 1947–22 Februari 1948) dan Agresi Militer Belanda II (18 Desember 1948–27 Desember 1949). Penghargaan ini ditetapkan secara resmi pada tahun 1949.[2][3] Bintang ini berada setingkat di bawah Bintang Mahaputera dan tidak memiliki kelas di dalamnya.[4]

Bintang ini diberikan kepada mereka yang berjasa besar mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia dari agresi negara asing dengan cara bergerilya.[1] Penerima Bintang Gerilya berhak dimakamkan di taman makam pahlawan nasional.[4] Sebagai pemberi tanda kehormatan, Presiden Indonesia, secara langsung menjadi pemilik tanda kehormatan ini.[5]

Bentuk

Bintang Gerilya berbentuk bintang bersudut lima dengan ujung berbentuk bulatan berwarna perunggu. Di bagian tengahnya, terdapat rangkaian tulisan yang melingkar bertuliskan "PAHLAWAN GERILYA". Tulisan tersebut diapit oleh dua tangkai padi masing-masing di kiri dan kanan yang masing-masing terdiri atas 17 buah padi. Penerima penghargaan ini akan mendapatkan bintang dalam bentuk kalung, patra, dan miniatur.[6]

Galeri

  • Piagam Tanda Kehormatan Bintang Gerilya
    Piagam Tanda Kehormatan Bintang Gerilya
  • Miniatur Bintang Gerilya yang disimpan di Museum Auckland, Australia
    Miniatur Bintang Gerilya yang disimpan di Museum Auckland, Australia

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Sekretariat Negara Republik Indonesia. "Bintang Gerilya" (PDF). Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. Diakses tanggal 2018-02-25.
  2. ↑ Setyorini, Tantri (17 Agustus 2015). Setyorini, Tantri (ed.). "Bintang gerilya, tanda kehormatan paling sakral RI". Merdeka.com. Diakses tanggal 2021-04-26.
  3. ↑ Sekretariat Negara. "Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1949 Tentang Mengadakan Bintang Gerilya Sebagai Tanda Jasa" (PDF). Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Diakses tanggal 2021-04-24.
  4. 1 2 Sekretariat Negara Republik Indonesia. "Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 Tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan" (PDF). Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-06-13. Diakses tanggal 2021-04-20.
  5. ↑ "Tanda Kehormatan yang dimiliki Presiden". Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 10 Mei 2019. Diakses tanggal 2019-08-23.
  6. ↑ Sekretariat Negara Republik Indonesia. "Lampiran III Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010" (PDF). JDIH Kementerian Sekretariat Negara. Diakses tanggal 2021-04-20.
Tanda jasa
120px-National_emblem_of_Indonesia_Garuda_Pancasila.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanda kehormatan
Bintang
Sipil
Seluruh bidang
Bidang tertentu
Militer
Satyalancana
Sipil
Umum
Kepolisian
Militer
Samkaryanugraha
Bekas tanda kehormatan
Bintang
Satyalancana
Sipil
Militer
Samkaryanugraha
  • 1Diubah sistem kelasnya
  • 2Diubah namanya
  • 3Diubah sistem kelas dan namanya
Tanda kehormatan lainnya
Legiun Veteran
Gerakan Pramuka
  • 40px-Lencana_Tunas_Kencana_%28Sejak_2014%29_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Lencana Tunas Kencana
  • 40px-Lencana_Melati_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Lencana Melati
  • 40px-Lencana_Darma_Bakti_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Lencana Darma Bakti
  • 40px-Lencana_Teladan_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Lencana Teladan
  • 40px-Lencana_Wiratama_III_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-Lencana_Wiratama_II_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-Lencana_Wiratama_I_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Lencana Wiratama
  • 40px-Lencana_Karya_Bakti_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Lencana Karya Bakti
  • Lencana Satyawira
    • 40px-Lencana_Satyawira_Utama_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Utama
    • 40px-Lencana_Satyawira_Madya_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Madya
    • 40px-Lencana_Satyawira_Pratama_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Pratama
  • Lencana Pancawarsa
    • 40px-Pita_Harian_Lencana_Pancawarsa_Utama_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Utama
    • 40px-Pita_Harian_Lencana_Pancawarsa_I_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-Pita_Harian_Lencana_Pancawarsa_II_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-Pita_Harian_Lencana_Pancawarsa_III_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-Pita_Harian_Lencana_Pancawarsa_IV_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-Pita_Harian_Lencana_Pancawarsa_V_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-Pita_Harian_Lencana_Pancawarsa_VI_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-Pita_Harian_Lencana_Pancawarsa_VII_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-Pita_Harian_Lencana_Pancawarsa_VIII_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-Pita_Harian_Lencana_Pancawarsa_IX_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail I–IX
120px-Flag_map_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan