Rabu, 28 Oktober 2026
15:51 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Bimbingan besar-besaran

Bagikan:
Artikel ini tidak memiliki pranala ke artikel lain. Bantu kami untuk mengembangkannya dengan memberikan pranala ke artikel lain secukupnya. (Februari 2023)

Bimbingan besar-besaran, bimbingan massal atau bimbingan massa adalah program untuk meningkatkan produksi pangan. Kegiatan program BIMAS terdiri atas: (1) merangsang para petani untuk mempergunakan varietas yang lebih baik, mempergunakan pupuk, melindungi tanaman (2) membagikan persediaan pertanian dengan baik agar menjamin tersedianya sarana fisik yang memenuhi syarat produksi tertentu. (3) persediaan kredit bagi para petani yang dapat menjamin keperluan para petani yang dikembalikan setelah panen.[1]

Sebelum tahun 1960 telah diadakan usaha-usaha untuk meningkatkan produksi. Pada tahun 1959 didirikan lumbung-lumbung padi untuk mencapai swasembada pangan. Sepuluh lumbung padi didirikan di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang mencakup 1.5 juta hektar. Sejak semula program ini terbentur pada masalah dana, kesulitan logistik dan kurangnya tenaga yang terampil untuk menangani proyek ini. Kemudian dipikirkan sistem peminjaman uang kepada para petani.

Selanjutnya dilancarkan program DEMAS (Demonstrasi Massa) yang bertujuan memberikan penyuluhan kepada para petani dengan diadakannya sekolah pertanian.

Referensi

  1. ↑ Magdalena, Lumbantoruan (1992). Ensiklopedi Ekonomi, Bisnis dan Manajemen. Jakarta: PT . Cipta Adi Pustaka.{{cite book}}: |first2= tidak memiliki |last2=Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan