Rabu, 04 November 2026
02:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Bigman Robinson

Bagikan:

Bigman Robinson adalah grup musik dengan aliran Rock yang sempat terkenal di Indonesia pada sekitar tahun 1970an. Band ini berdiri pada bulan April 1968, dengan pendiri Heru, Tono Supartono,[1] Maxi Gunawan, Sonny dan Arief. Dengan ketekunan mereka, dalam sekejap band ini jadi terkenal dan merajai pesta dansa di Jakarta. Bigman Robinson tampil beda dengan membawakan lagu-lagu sulit dari Allman Brothers, James Gang, Jethro Tull, Deep Purple, John Mayall maupun Golden Earrings.[2]

Band ini sempat dianggap sombong karena salah satu personelnya anak Jenderal dan peralatannya paling mutakhir. Padahal mereka mengakui bahwa peralatan itu pinjaman.[2]

Buaya Band Pesta

Bigman Robinson dengan segera terkenal dan menjadi undangan di tiap pesta di Jakarta. Jika Bigman Robinson diundang untuk bermain, dipastikan pesta itu akan ramai. Jika beriringan dengan band lain di satu acara, biasanya mereka dapat kesempatan tampil paling akhir. Posisinya begitu disegani sehingga banyak band yang tak ingin tampil bersama Bigman Robinson, kecuali Fancy, Ireka, Dayasi, Beatstone dan band kacangan.[2]

Petaka Surabaya

Setelah bermodal album “Deep Purple in Rock,” Bigman Robinson memberanikan diri bermain di Surabaya. Namun saat tampil, sound system yang disediakan tiba-tiba rusak dan grup ini dihujat. Akibatnya setelahnya beberapa dari anggotanya keluar, seperti Maxi Gunawan dan Memeth Soekasah. Berdua mereka menciptakan grup The Zonk tetapi akhirnya bubar dan memilih melanjutkan studi.[2]

Lihat pula

Sumber

  1. ↑ Membuat hidup lebih menyenangkan[pranala nonaktif permanen]
  2. 1 2 3 4 Bigman Robinson[pranala nonaktif permanen]
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan