Jumat, 30 Oktober 2026
16:21 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Bernhard Rensch

ahli biologi asal Jerman

Bagikan:
Bernhard Rensch
Lahir21 Januari 1900
Meninggal4 April 1990 (1990-04-05) (umur Kesalahan ekspresi: Operator < tak terduga)
Dikenal karenaSintesis evolusi modern
Karier ilmiah
BidangOrnitologi

Bernhard Rensch (21 Januari 1900 – 4 April 1990) adalah seorang pakar biologi evolusi dan ornitologi asal Jerman yang berkarya di Indonesia dan India. Memulai karier saintifiknya dengan pandangan pro-Lamarckian, ia beralih ke seleksionisme dan menjadi salah satu arsitek sintesis modern dalam biologi evolusi, yang dipopulerkan olehnya di Jerman.

Karya

  • (1930) Eine biologische Reise nach den kleinen Sunda-Inseln. Berlin: Bornträger
  • (1947) Neuere Probleme der Abstammungslehre. F. Enke. 1947.
  • (1947) Evolution above the Species Level. London: Methuen. (German original 1947; 3rd enlarged ed. 1972.)[1]
  • (1971) Biophilosophy. New York: Columbia University Press. (German original 1968.)
  • (1972) Homo sapiens: From Man to Demigod. London: Methuen. (German original 1959.)
  • (1973) Gedächtnis, Begriffsbildung und Planhandlungen bei Tieren. Berlin: Parey.
  • (1979) Lebensweg eines Biologen in einem turbulenten Jahrhundert. Stuttgart: Fischer.
  • (1979) Gesetzlichkeit, psychophysischer Zusammenhang, Willensfreiheit und Ethik. Berlin: Duncker and Humblot.
  • (1984) Psychologische Grundlagen der Wertung bildender Kunst. Essen: Die blaue Eule.
  • (1985) Biophilosophical Implications of Inorganic and Organismic Evolution. Essen: Die blaue Eule.

Referensi

  1. ↑ Hutchinson, G.E. (1961). "Review: Evolution above the Species Level by Bernhard Rensch". American Anthropologist. 63 (4): 880–881. doi:10.1525/aa.1961.63.4.02a00470. JSTOR 666710.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan