Sabtu, 31 Oktober 2026
23:28 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Berkat Apostolik

Bagikan:

Berkat Apostolik (atau Berkat Kepausan) adalah sebuah berkat spesial dalam liturgi Gereja Katolik Roma. Jika Paus memberikan berkat ini, maka berkat ini disertai dengan indulgensi penuh.

Konsep dan bentuk

250px-2008_Xmas_Urbi_Orbi_Pope_Benedict_XVI.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Urbi et Orbi oleh Paus Benediktus XVI.

Berkat Apostolik dapat dibedakan atas dua jenis. Pertama, Berkat Apostolik khusus dari Paus atau uskup diosesan dapat diberikan (hingga tiga kali dalam satu tahun, pada hari yang ia tetapkan sendiri, meskipun ia hanya menghadiri misa tersebut). Pada saat menjelang atau ketika sudah meninggal, maka berkat dapat juga diberikan oleh seorang imam. Para imam yang baru ditahbiskan juga diperbolehkan memberikan Berkat Apostolik pada akhir misa perdananya. Berkat Apostolik yang paling dikenal adalah saat berkat Paus saat memberikan Urbi et Orbi, Hari Raya Kelahiran Tuhan, Hari Raya Kebangkitan Tuhan, dan saat setelah pemilihannya sebagai Penerus Santo Petrus. Sejak tahun 1967, penerimaan berkat melalui radio oleh Paus dari Vatikan dinilai sebagai hal efektif, dan sejak tahun 1985, termasuk penerimaan dari televisi.

Sebagai tambahan, setiap pengeluaran berkat dari Paus untuk audiensi (khalayak) yang tepat juga dapat disebut sebagai Berkat Apostolik. Sebagai contoh, berkat di Lapangan Santo Petrus pada hari Minggu dan hari libur publik, saat Doa Angelus disampaikan. Hal ini mulai berlangsung sejak tahun 1450 oleh Paus Nikolas V. Namun, Berkat Paus dikeluarkan pada akhir pidato kepada khalayak atau pada akhir surat resminya.[1][2][3] Hal ini terkait status Paus sebagai penerus Santo Petrus dan Pangeran Para Rasul.

Secara umum, kedua berkat ini bukan berkat dari personal, tetapi memohon kepada Tuhan agar Ia berkenan memberikan berkatnya kepada yang hadir.

Pelaksanaan

Pada saat seorang uskup diosesan memberikan Berkat Apostolik, berkat ini diberikan pada akhir Perayaan Ekaristi, menggantikan berkat yang biasa. Sangat baik, jika dalam suatu Misa akan diberikan Berkat Apostolik, pada pengantar menjelang Pernyataan Tobat diberitahukan bahwa akan diberikan Berkat Apostolik, sehingga umat dapat merenungkan dan menyesali dosa-dosanya, serta menyiapkan diri menerima indulgensi tersebut. Pada misa tersebut, dalam bagian Doa Umat ditambahkan doa untuk ujud-ujud Paus.

Sebelum memberikan Berkat Apostolik, Uskup mengenakan mitra dan diakon (atau imam) yang mendampingi Uskup menyatakan kepada umat akan adanya Berkat Apostolik. Diakon (atau imam) sesudah Uskup menyampaikan "Tuhan sertamu" mengajak umat, "Marillah menundukkan kepala untuk menerima berkat".[4]

Saat membaca rumusan yang berbunyi "Bapa, Putera dan Roh Kudus", imam atau uskup tersebut kemudian melakukan tanda salib tiga kali di udara menghadap umat. Kemudian, umat akan menundukkan badan sambil melakukan tanda salib biasa.

Rumusan

Bahasa Latin Bahasa Indonesia
IDóminus vobíscum. ITuhan bersamamu
UEt cum spíritu tuo.UDan bersama rohmu
ISit nomen Domini Benedictum.IDimuliakanlah nama Tuhan.
UEx hoc nunc et usque in sǽculum.UKini dan sepanjang masa.
IAdiutórium nostrum in nómine Dómini.IPertolongan kita (ialah) dalam nama Tuhan.
UQui fecit cælum et terram.UYang menjadikan langit dan bumi
IBenedícat vos omnípotens Deus,
Pater †, et Filius †, et Spíritus † Sanctus
ISemoga Allah yang Mahakuasa memberkati Saudara sekalian,
Bapa †, dan Putra †, dan Roh † Kudus.
UAmenUAmin

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan