Selasa, 20 Oktober 2026
04:09 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Spesies risiko rendah

Spesies risiko rendah

kategori konservasi IUCN

Bagikan:
Status konservasi
Incilius periglenes, si Kodok Emas, terakhir tercatat pada 15 Mei 1989
Punah
Terancam
Risiko Rendah
Kategori lain
Tajuk terkait
Singkatan kategori Daftar Merah IUCN (versi 3.1, 2001)

Spesies dengan tingkat risiko rendah (IUCN: LC; Least Concern) merupakan status konservasi yang dikategorikan oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) kepada spesies yang telah dievaluasi, tetapi tidak masuk kategori mana pun dalam Daftar Merah IUCN.[1] Spesies-spesies tersebut tidak termasuk ke dalam spesies terancam, hampir terancam, atau (sebelum 2001) ketergantungan konservasi. Dengan kata lain, spesies-spesies ini tidak menjadi fokus konservasi spesies karena jumlahnya yang masih banyak di alam liar.

Suatu spesies tidak bisa disebut sebagai "berisiko rendah", kecuali populasi spesies tersebut telah dievaluasi. Hal ini diperlukan untuk menentukan risiko kepunahan suatu spesies berdasarkan distribusi dan status populasi.

Sejak 2001, kategori ini memiliki singkatan "LC" berdasarkan Kategori dan Kriteria IUCN 2001 (versi 3.1). Namun, sekitar 20% spesies berstatus "berisiko rendah" dalam basis data IUCN berkode "LR/lc" yang berarti spesies tersebut belum dievaluasi kembali sejak 2001. Sebelum tahun 2001, status LC adalah substatus LR (Lower Risk).

Jumlah spesies "berisiko rendah" yang masuk ke dalam basis data IUCN ada 15.636 spesies (14.033 spesies binatang, 101 subspesies binatang, dan 1.500 spesies tumbuhan).[butuh rujukan]

Referensi

  1. ↑ IUCN (2012). IUCN Red List Categories and Criteria: Version 3.1. Second edition (PDF). Gland, Swiss dan Cambridge, Inggris: IUCN. ISBN 9782831714356.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan