Sabtu, 10 Oktober 2026
06:09 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Spesies risiko rendah

Spesies risiko rendah

kategori konservasi IUCN

Bagikan:
Status konservasi
Incilius periglenes, si Kodok Emas, terakhir tercatat pada 15 Mei 1989
Punah
Terancam
Risiko Rendah
Kategori lain
Tajuk terkait
Singkatan kategori Daftar Merah IUCN (versi 3.1, 2001)

Spesies dengan tingkat risiko rendah (IUCN: LC; Least Concern) merupakan status konservasi yang dikategorikan oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) kepada spesies yang telah dievaluasi, tetapi tidak masuk kategori mana pun dalam Daftar Merah IUCN.[1] Spesies-spesies tersebut tidak termasuk ke dalam spesies terancam, hampir terancam, atau (sebelum 2001) ketergantungan konservasi. Dengan kata lain, spesies-spesies ini tidak menjadi fokus konservasi spesies karena jumlahnya yang masih banyak di alam liar.

Suatu spesies tidak bisa disebut sebagai "berisiko rendah", kecuali populasi spesies tersebut telah dievaluasi. Hal ini diperlukan untuk menentukan risiko kepunahan suatu spesies berdasarkan distribusi dan status populasi.

Sejak 2001, kategori ini memiliki singkatan "LC" berdasarkan Kategori dan Kriteria IUCN 2001 (versi 3.1). Namun, sekitar 20% spesies berstatus "berisiko rendah" dalam basis data IUCN berkode "LR/lc" yang berarti spesies tersebut belum dievaluasi kembali sejak 2001. Sebelum tahun 2001, status LC adalah substatus LR (Lower Risk).

Jumlah spesies "berisiko rendah" yang masuk ke dalam basis data IUCN ada 15.636 spesies (14.033 spesies binatang, 101 subspesies binatang, dan 1.500 spesies tumbuhan).[butuh rujukan]

Referensi

  1. ↑ IUCN (2012). IUCN Red List Categories and Criteria: Version 3.1. Second edition (PDF). Gland, Swiss dan Cambridge, Inggris: IUCN. ISBN 9782831714356.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan