Jumat, 30 Oktober 2026
19:18 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Akuaskap

Akuaskap

Bagikan:
250px-58g_aquascape.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Akuaskap di Akuarium Kotak Kaca

Akuaskap[1] (bahasa Inggris:aquascape) adalah seni mengatur tanaman, air, batu, karang, kayu, dan yang lainnya di dalam media kaca atau akrilik. Biasanya akuaskap berbentuk kotak kaca maupun bentuk lainnya yang serupa akuarium. Akuaskap tidak hanya memelihara ikan tapi juga memelihara semua komponen yang ada di dalam akuarium, dengan berbagai pendekatan dan ketelitian.[2]

Akuaskap juga digolongkan pada jenis hobi, memelihara ekosistem air tawar pada media akuarium. Memelihara ekosistem air tawar pada akuarium dikenal dengan istilah aquascape sedangkan ekosistem air laut disebut oceanirum. Akuaskap bermula pada tahun 1369, ide seorang kaisar China membuatkan wadah untuk memelihara ikan hias.[butuh rujukan]

Berbeda dengan akuarium biasa, objek-objek dalam akuaskap ditata sedemikian rupa sehingga membentuk satu keindahan. Objek yang biasanya digunakan dalam akuaskap meliputi bebatuan, karang, kayu, dan ornamen lainnya. Sehingga tidak hanya fokus merawat ikan saja, melainkan juga seluruh objek dalam akuarium.

Gaya Aquascape

Ada beberapa gaya akuaskap yang memiliki konsep unik dan memiliki ciri khas masing-masing, diantaranya:[3]

  1. Gaya Iwagumi
  2. Gaya Belanda
  3. Gaya Taiwan
  4. Gaya Collectoris
  5. Gaya Alami

Referensi

  1. ↑ "Akuaskap". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  2. ↑ Nugroho, Wahyu Setiawan (6 Desember 2017). "Mengenal Apa Itu Aquascape". Tribun News Jogja. Diakses tanggal 10 Oktober 2020.
  3. ↑ Natasha, Bernandine (2021-03-05). "5 Gaya Aquascape untuk Pecinta Tanaman Air". POPMAMA.com. Diakses tanggal 2022-08-20.


Ikon rintisan

Artikel bertopik seni ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan