Jumat, 23 Oktober 2026
11:06 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Bendung Walahar

Bendung Walahar

danau di Indonesia

Bagikan:
Bendung Walahar
330px-Bendungan_Walahar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Informasi
Lokasi Walahar, Klari, Karawang
Negara Indonesia

Bendung Walahar adalah sebuah bendung yang terletak di Walahar, Klari, Karawang, Jawa Barat. Bendung ini merupakan salah satu bangunan peninggalan masa penjajahan Belanda yang masih ada dan kokoh berdiri di Karawang.[butuh rujukan] Bendung Walahar digunakan untuk mengatur debit air sungai Ci Tarum serta mengairi sawah-sawah yang berada di Kabupaten Karawang seluas 87.396 hektare.[1] Bendung Walahar membentuk waduk seluas ±15 hektare.[2] Bendung ini berbatasan dengan Gintungkerta sebelah utara, Anggadita sebelah barat, Kutapuhaci sebelah selatan, dan sebelah timur berbatasan dengan Cimahi.

osm-intl,13,-6.383417,107.361222,300x300.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bendung_Walahar&revid=29798842&groups=_00db03d2c7489be925c6a533abfa1a2f587667f8&parser=parsoid

Sejarah

Proyek pembangunan Bendung Walahar ini dimulai pada tahun 1923 oleh Belanda dengan pengawasan seorang ahli perairan dari Belanda bernama C. Swaan Koopman.[butuh rujukan] Bendung Walahar mulai dipakai pada tanggal 30 November 1925.[3] Bendung ini dibangun melintang pada aliran Sungai Ci Tarum sehingga membendung sungai tersebut seluas ± 50 meter. Bangunan bendung terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian bawah, yang merupakan pintu penahan air yang berjumlah 5 pintu; bagian kedua merupakan jembatan seluas 3 meter, yang menghubungkan Klari dan Anggadita; dan bagian ketiga merupakan ruang mesin untuk mengatur sistem bendung.

Pintu Bendung Walahar pernah direnovasi pada tahun 1989 dan direhabilitasi pada tahun 2009.[butuh rujukan]

Pemanfaatan

Bendung Walahar berfungsi sebagai pengatur debit air sungai Ci Tarum serta mengairi areal persawahan seluas 87.396 hektare yang berada di Kabupaten Karawang. Selain itu, bendung ini dipakai untuk menahan air bagi penduduk di Karawang bagian utara ketika musim hujan tiba. Bendung ini digunakan pula sebagai sarana rekreasi, lokasi memancing, serta lokasi wisata.[1][2]

Galeri

  • Bagian bangunan 1
    Bagian bangunan 1
  • Bagian bangunan 2
    Bagian bangunan 2
  • Bagian bangunan 3
    Bagian bangunan 3
  • Pintu keluar jembatan
    Pintu keluar jembatan
  • Pintu masuk jembatan
    Pintu masuk jembatan
  • Jembatan
    Jembatan

Sumber bacaan

  • (Indonesia) Suganda, Her (2009). Buku Rengasdengklok Revolusi dan Peristiwa 16 Agustus 1945. Penerbit Buku Kompas. ISBN 978-979-709-435-5. halaman 176

Referensi

  1. 1 2 Andriana, Deni. "Bendungan Walahar, Saksi Peradaban Sungai Di Karawang". karawanginfo.com. Diakses tanggal 3 Desember 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 "Bendungan Walahar". disparbud.jabarprov.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-05-31. Diakses tanggal 3 Desember 2016.
  3. ↑ "Bendungan Walahar". Pengumpul Data Kebudayaan. Diakses tanggal 3 Desember 2016. Bendungan ini dibangun pada tahun 1920 dan difungsikan pada tahun 1925 sesuai dengan inskripsi yang tertera pada dinding atas sisi Utara, berbunyi "Bendung Walahar Kali Tjitarum Mulai Dipakai 30 Nopember 1925".{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)[pranala nonaktif permanen]
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Walahar Dam.

6°22′973″S 107°21′660″E / 6.63694°S 107.53333°E / -6.63694; 107.53333 Coordinates: latitude seconds >= 60
Coordinates: longitude seconds >= 60
{{#coordinates:}}: lintang salah

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan