Kamis, 15 Oktober 2026
02:42 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Bendung Ancol

Bendung Ancol

salah satu bendungan di dunia

Bagikan:
Bendung Ancol
osm-intl,13,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bendung_Ancol&revid=28776326&groups=_d06b9ba00a0760f7f995654db9dc4344cfc1de19&parser=parsoid
Peta interaktif dari Bendung Ancol
Koordinat7°39′56″S 110°15′51″E / 7.6656569°S 110.2642588°E / -7.6656569; 110.2642588
StatusBeroperasi
250px-Selokan_Mataram_dam_and_canal_in_Yogyakarta%2C_Indonesia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bendung Ancol sebagai hulu dari Daerah Irigasi Karangtalun.

Bendung Karangtalun atau biasa disebut sebagai Bendung Ancol, adalah sebuah bendung yang terletak di perbatasan antara Magelang, Jawa Tengah dan Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bendung ini adalah salah satu bendung tertua di Indonesia, karena telah dibangun pada tahun 1909.[1] Bendung ini terletak tidak jauh dari makam Nyi Ageng Serang dan kebun buah naga milik warga.[2][3]

Sejarah

Bendung Ancol dibangun pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII untuk mengairi kebun-kebun tebu yang tersebar di Sleman dan Bantul melalui Selokan Van der Wijck. Pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, tepatnya pada tahun 1942, Jepang menggalakkan romusha di Indonesia untuk mengeksploitasi sumber daya alam maupun untuk membangun sarana dan prasarana guna mendukung upaya perang Jepang melawan Sekutu di Pasifik.Sri Sultan lalu meminta agar penduduk Jogja tidak dikerahkan dalam romusha, tetapi cukup dikerahkan untuk membangun sebuah kanal irigasi guna menghubungkan Sungai Progo dengan Sungai Opak yang kemudian dikenal dengan nama Kanal Yoshiro. Kanal tersebut kini dikenal dengan nama Selokan Mataram dan menjadi salah satu dari tiga saluran irigasi primer di Daerah Irigasi Karangtalun.

Referensi

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik bangunan dan struktur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan