Selasa, 22 September 2026
06:59 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Belemnitida

Belemnitida

Belemnitida
Rentang waktu: KarniumMaastrichtium 234–66 jtyl Catatan Eosen yang diperdebatkan[1][2]
250px-Passaloteuthis_bisulcata.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Passaloteuthis bisulcata dari Jura Awal yang menunjukkan anatomi halus mereka.
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Mollusca
Kelas: Cephalopoda
Superordo: Belemnoidea
Ordo: Belemnitida
Zittel, 1895
Subordo
Artikel takson sembarang

Belemnitida (atau belemnit) adalah sebuah ordo sefalopoda punah mirip cumi yang hadir dari periode Trias Akhir hingga Kapur Akhir (dan kemungkinan juga Eosen[1][2]). Tidak seperti cumi-cumi, belemnit memiliki kerangka internal yang membentuk kerucutnya. Bagian-bagiannya, dari yang paling dekat denga lengan hingga ujung, adalah pro-ostrakum yang berbentuk lidah, fragmokon yang berbentuk kerucut, dan guard (struktur tulang yang berbentuk mirip peluru) yang lancip. Guard-nya yang terbuat dari kalsit menjadi sisa-sisa yang paling sering terawetkan dari belemnit. Belemnit, ketika masih hidup, diyakini memiliki 10 lengan yang berujung pada kait serta sepasang sirip di guardnya. Kait mereka yang terbuat dari kitin umumnya berukuran tidak lebih besar dari 5 mm (0,20 in). Meski demikian, seekor belemnit dapat memiliki 100 hingga 800 kait, yang mereka gunakan untuk menusuk mangsa.

Belemnit menjadi sumber makanan yang penting bagi banyak makhluk laut Mesozoikum, baik individu dewasanya maupun juvenil planktoniknya. Selain itu, mereka mungkin berperan penting dalam menata ulang ekosistem laut setelah Peristiwa kepunahan Trias–Jura. Mereka dapat menelurkan antara 100 dan 1000 telur. Beberapa spesies barangkali telah beradaptasi untuk berenang dengan cepat di perairan terbuka yang bergolak, sementara lainnya hidup di zona litoral (di dekat pesisir) yang lebih tenang. Belemnit terbesar yang diketahui, Megateuthis elliptica, memiliki panjang tubuh total 3,11 meter (10,2 ft).[3]

Belemnit adalah sejenis coleoid, yaitu kelompok yang mencakup cumi-cumi dan gurita, dan umumnya dikelompokkan dalam superordo Belemnoidea, meski klasifikasi lebih tinggi dari sefalopoda rentan berubah dan tidak terdapat suatu konsensus jelas mengenai bagaimana belemnit berkerabat dengan coleoid modern. Guard hewan ini dapat memberi informasi mengenai iklim, habitat, serta siklus karbon perairan yang mereka diami pada masa lampau. Selain itu, guard juga telah ditemukan sejak zaman dahulu dan telah menjadi bagian dari folklor.[4][5]

Referensi

  1. 1 2 Macleod, N.; Rawson, P.; Forey, P. L.; Banner, F. T.; et al. (1997). "The Cretaceous-Tertiary biotic transition". Journal of the Geological Society of London. 154 (2): 277–288. Bibcode:1997JGSoc.154..265M. doi:10.1144/gsjgs.154.2.0265. S2CID 129654916.
  2. 1 2 Reitner, J.; Engeser, T. (1982). "Phylogenetic trends in phragmocone-bearing coleoids (Belemnomorpha)". Neues Jahrbuch für Geologie und Paläontologie, Abhandlungen. 164 (1–2): 158. doi:10.1127/njgpa/164/1982/156.
  3. Klug, C.; Schweigert, G.; Hoffmann, R.; Fuchs, D.; Pohle, A.; Weis, R.; De Baets, K. (2024). "Anatomy and size of Megateuthis, the largest belemnite". Swiss Journal of Palaeontology. 143 (1). 23. doi:10.1186/s13358-024-00320-x. PMC 11139743.
  4. Wilkin, J.T.R. (2022). "Fossils explained 82: Belemnites: Anatomy, ecology, applications". Geology Today (dalam bahasa Inggris). 38 (5): 194–200. Bibcode:2022GeolT..38..194W. doi:10.1111/gto.12409. S2CID 252847710.
  5. Wilkin, J.T.R. (2021). "Belemnites in Mythology: From Thunderstorms to Fertility Symbols". EGU Blog: Stratigraphy, Sedimentology and Palaeontology (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2022-11-02.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan