Minggu, 27 September 2026
23:45 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Beguines dan Beghards

Beguines dan Beghards

250px-De_baghine_Des_dodes_dantz_Lubeck_1489.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar seorang Beguine dari Des dodes dantz, dicetak di Lübeck tahun 1489.

Beguines /bəˈɡiːnz/ dan Beghards /bəˈɡɑːrdz/ adalah tarekat awam Kristen yang aktif di Eropa Utara, khususnya di Negeri-negeri Dataran Rendah pada abad ke-13 hingga ke-16. Anggota tarekat ini tinggal di komunitas setengah monastik, tetapi tidak mengucapkan kaul resmi. Maka dari itu, meskipun mereka berjanji tidak akan menikah selama menjadi Beguines, mereka bebas untuk meninggalkan tarekat mereka kapanpun mereka mau. Beguines sendiri merupakan bagian dari gerakan kebangunan rohani yang lebih besar pada abad ke-13 yang menegaskan pentingnya upaya untuk mengikuti teladan Kristus dengan hidup sederhana, merawat orang sakit dan miskin, serta membaktikan diri kepada Allah.

Etimologi

Istilah "beguine" (bahasa Latin:beguinas; bahasa Belanda:begijn) tidak diketahui secara pasti asal-usulnya dan mungkin merupakan istilah peyoratif.[1] Para pakar tidak lagi mendukung teori yang diungkapkan dalam Encyclopædia Britannica Edisi Kesebelas (1911) bahwa nama kelompok ini berasal dari Lambert le Bègue, seorang imam dari Liège.[2] Para ahli juga menolak hipotesis bahwa nama kelompok ini berasal dari St. Begga atau bahkan dari kata dalam bahasa Sachsen Kuno yang telah direkonstruksi, *beggen, yang berarti "mengemis" atau "berdoa".[3] Asal-usul nama pergerakan ini tidak pasti.[4][5]

Selain itu, tidak terdapat bukti bahwa para Beguines pernah menjadi bagian dari kelompok Katar yang dianggap sesat oleh Gereja Katolik.[6]

Beguines

Pada permulaan abad ke-12, beberapa wanita di Negeri-negeri Dataran Rendah memutuskan untuk hidup sendiri dan membaktikan diri kepada Kristus dengan cara berdoa dan berbuat kebaikan, tetapi mereka tidak mengambil kaul resmi. Pada mulanya jumlah mereka hanya sedikit, tetapi dalam kurun waktu beberapa abad, jumlah mereka meningkat pesat. Pada abad ke-13, beberapa dari mereka membeli rumah yang saling bersebelahan, dan akhirnya mereka membentuk sebuah komunitas yang disebut "beguinage" (jamak: beguinages). Beguinages biasanya terletak di dekat pusat kota dan sering kali berada di dekat sungai agar dapat dengan mudah memperoleh air yang diperlukan untuk kerajinan pakaian.

Kemunduran

Pada abad ke-14, beberapa komunitas Beguine menjadi bagian dari tarekat monastik dan mendikan.[7]

Kaum Beguine juga mengalami penindasan pada zaman Reformasi Protestan dan juga pada masa Revolusi Prancis. Ada beberapa beguinage yang masih bertahan hingga awal abad ke-120, di beberapa wilayah Belgia, seperti di Brugge, Lier, Mechelen, Leuven, dan Gent.

Marcella Pattyn, anggota Beguine tradisional yang terakhir, meninggal dunia pada 14 April 2013 di Kortrijk pada usia 92 tahun.[8][9][10]

Referensi

  1. ↑ Böhringer, Letha (2014). Kolpacoff Deane; van Engen, Hildo (ed.). Labels and Libels: Naming Beguines in Northern Medieval Europe. Turnhout, Belgium: Brepols Publishers. ISBN 978-2503551357.
  2. ↑ Smith, Rachel J. D. (2019). Excessive Saints: Gender, Narrative, and Theological Invention in Thomas of Cantimpré's Mystical Hagiographies. New York: Columbia UP. hlm. 39. ISBN 9780231188609.
  3. ↑ 20px-Wikisource-logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Beguines" . Encyclopædia Britannica. Vol. 3 (Edisi 11). Cambridge University Press. hlm. 652.
  4. ↑ Simons, Walter (2001). Cities of Ladies: Beguine Communities in the Medieval Low Countries, 1200-1565. Philadelphia: University of Pennsylvania Press. ISBN 978-0-8122-1853-4.
  5. ↑ Walker Bynum, Caroline (1988). Holy Feast and Holy Fast: The Religious Significance of Food to Medieval Women. University of California Press. hlm. 17. ISBN 978-0-520-90878-9.
  6. ↑ See for instance, Algemene Winkler Prins (1956) (in Dutch) which remarks that no link has been found between Beguines and the Albigensian heresy. An example of an encyclopedia that does not refer at all to a possible link with the Cathars is the "CATHOLIC ENCYCLOPEDIA: Beguines, Beghards". www.newadvent.org.
  7. ↑ Simons, Walter (2003). Cities of Ladies: Beguine Communities in the Medieval Low Countries, 1200-1565. Philadelphia: University of Pennsylvania Press. ISBN 978-0812218534.
  8. ↑ "Obituary: Marcella Pattyn". The Economist. 2013-04-27. Diakses tanggal 2013-05-16.
  9. ↑ "Obituary: Marcella Pattyn". Daily Telegraph. 2013-05-16. Diakses tanggal 2013-05-16.
  10. ↑ Carton, Wouter (2014-04-14). "Laatste begijntje ter wereld overleden in Kortrijk". VRT. Diarsipkan dari asli (Dutch) tanggal 2013-04-18. Diakses tanggal 2014-04-14.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan