Sabtu, 31 Oktober 2026
05:14 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Beb Vuyk

Beb Vuyk

Bagikan:
Beb Vuyk
250*325
Beb Vuijk, pengarang Indo terkenal, 1928.
Lahir
Elizabeth Vuijk

(1905-02-11)11 Februari 1905
Meninggal24 Agustus 1991(1991-08-24) (umur 86)
Blaricum, Belanda
PekerjaanPengarang, jurnalis

Elizabeth "Beb" Vuyk (11 Februari 1905 – 24 Agustus 1991) adalah seorang penulis Belanda keturunan Indonesia.

Ia menikah dengan Fernand 'Boet' de Willigen (meninggal tahun 1986) pada tahun 1932 dan memiliki 2 anak, yakni Hans (17 Mei 1933-12 Mei 2005) dan Ru (27 Oktober 1934 - 29 Agustus 1961). Buku pertamanya didiskusikan oleh kritikus sastra terkemuka, Menno ter Braak. Pada tahun 1987, melalui kerja sama bersamanya, sebuah siaran radio dokumenter atas dirinya diudarakan, dan diulang pada Sabtu pagi tanggal 10 Februari 2007 di program Nachtvluchten dalam Radio 1.

Penghargaan

Bibliografi

lossy-page1-250px-KITLV_A1399_-_De_schrijfster_Beb_Vuyk_in_1930_te_Arrnhem_voor_haar_vertrek_naar_Nederlands-Indi%C3%AB%2C_KITLV_169747.tiff.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Beb Vuyk (1930)
  • 1932 - Vele namen
  • 1937 - Duizend eilanden ("Ribuan Pulau")
  • 1939 - Het laatste huis van de wereld ("Rumah Terakhir di Bumi")
  • 1947 - De wilde groene geur
  • 1947 - Het hout van Bara
  • 1959 - Gerucht en geweld
  • 1969 - De eigen wereld en die andere ("Satu Dunia dan Lainnya")
  • 1971 - Een broer in Brazilië ("Seorang Saudara dari Brazil", dirilis tahun 1982)
  • 1972 - Verzameld werk
  • 1973 - Groot Indonesisch kookboek ("Buku Besar Masakan Indonesia")
  • 1982 - Vegetarische recepten uit de Indonesische keuken ("Resep-resep vegetarian dari Dapur Indonesia")
  • 1983 - Reis naar het Vaderland in de verte ("Perjalanan ke Negeri Asal Nun Jauh di Sana", suatu catatan perjalanan)
  • 1989 - Kampdagboeken ("Buku Harian di Kamp Interniran")

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan