Sabtu, 17 Oktober 2026
16:53 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Batik Latohan

Batik Latohan

Bagikan:
250px-Rumput_Laut_Latoh.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Latohan atau Anggur Laut
250px-Kain_Batik_Lasem_motif_Flora%2C_Latoh_Serit.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kain Batik Lasem Motif Latohan

Batik Latohan merupakan salah satu motif batik yang berasal dari Provinsi Jawa Tengah. [1] Batik Latohan terinspirasi dari tumbuhan rumput laut pesisir yang dilambangkan sebagai simbol rezeki dan rasa kebersamaan. [1] Motif Batik Latohan dapat dikenal melalui pola yang berupa lingkaran-lingkaran kecil, pola ini sering digunakan untuk kombinasi dengan motif batik pesisir lainnya. [1] Warna yang digunakan dominan merah lasem, biru tua, dan coklat soga.

Filosofi Motif Batik Latohan

Motif Latohan terinspirasi dari tanaman laut latoh atau anggur laut (Caulerpa sp). [2] Tanaman latoh bukan hanya sekedar makanan dan hasil laut melainkan menyimbolkan kedekatan masyarakat pesisir dengan laut.[1] Motif Batik Latohan mengandung makna yang menawarkan perpaduan dari nilai budaya dan pengolahan citra, seperti Kesuburan, kesederhanaan, kebersamaan, dan kehidupan yang saling berhubung. [1] [2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Batiklopedia (2025-09-02). "Mengenal Motif Latohan Lasem: Biota Laut dalam Batik Pesisir". Batiklopedia. Diakses tanggal 2026-01-26.
  2. 1 2 "Latoh". Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. 2025-01-21.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan