Senin, 12 Oktober 2026
06:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka

Banyamulenge

suku bangsa di Republik Demokratik Kongo

Bagikan:

Banyamulenge adalah kelompok etnis Tutsi yang tiba di Kongo sebelum penjajahan terutama dari Rwanda, Burundi, dan Tanzania. Banyamulenge adalah istilah yang secara historis merujuk pada etnis Tutsi yang terkonsentrasi di Dataran Tinggi Kivu Selatan, di wilayah timur Republik Demokratik Kongo, dekat dengan perbatasan Burundi-Kongo-dan Tanzania.

Banyamulenge adalah kelompok minoritas dari populasi Kivu Selatan. Kelompok-kelompok etnis utama pada akhir 1990-an mengklaim Banyamulenge berjumlah tidak lebih dari 400.000, sementara simpatisan Banyamulenge mengklaim hingga sepuluh kali lipat jumlahnya. Populasi Banyamulenge pada awal abad ke-21 diperkirakan antara 50.000 dan 70.000 oleh René Lemarchand atau oleh Gérard Prunier sekitar 60.000–80.000, sebuah angka sekitar 3-4 persen dari total populasi provinsi.

Lemarchand mencatat bahwa kelompok itu mewakili "kasus etnogenesis yang agak unik."Banyamulenge Kivu Selatan berbeda secara budaya dan sosial dari Tutsi Kivu Utara dan Tutsi yang melarikan diri ke Kivu Selatan dalam revolusi Rwanda 1959-1962. Kebanyakan Banyamulenge berbicara Kinyamulenge, dialek yang mirip dengan kelompok-kelompok lain yang berbahasa Kinyarwanda. Posisi politik dan sosial yang ambigu dari Banyamulenge telah menjadi titik pertikaian di provinsi tersebut. Banyamulenge memainkan peran penting dalam ketegangan selama menjelang Perang Kongo Pertama pada tahun 1996–7 dan Perang Kongo Kedua tahun 1998–2003.

Referensi

Paris, L’Harmattan, 2001, 299 p.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan