Minggu, 27 September 2026
11:59 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Orang Lidia

kelompok etnik kuno

Orang Lidia adalah kelompok etnik yang menghuni Lidia, daerah di Anatolia barat. Mereka menuturkan bahasa Lidia, yang termasuk bagian dari rumpun bahasa Indo-Eropa cabang Anatolia.

Hanya sedikit yang diketahui mengenai asal-usul mereka, seperti diperlihatkan oleh bahasa mereka, dan masih menjadi perdebatan para sejarawan dan arkeolog.[1] Kebudayaan Lidia bertahan, barangkali, sampai setidaknya tidak lama sebelum era Masehi. Kebudayaan Lidia dicatat oleh Strabo di Kibyra di Anatolia barat daya pada zamannya (abad pertama SM).

Catatan kaki

  1. ↑ Ivo Hajnal. "Lydian: Late Hittite or Neo-Luwian?" (PDF). Institut für Sprachen und Literaturen, Universität Innsbruck. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2011-05-31. Diakses tanggal 2011-08-04.; M. Giorgieri, M. Salvini, M.C. Tremouille, P. Vannicelli (1999). Licia e Lidia prima dell’Ellenizzazione. Consiglio Nazionale delle Ricerce, Rome.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)

Referensi

Wikimedia Commons memiliki media mengenai People of Lydia.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan