Minggu, 04 Oktober 2026
01:22 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Orang Ewe

Orang Ewe

kelompok etnik di Ghana dan Togo

Bagikan:
Ewe
250px-Flag_of_the_Ewe_people.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daerah dengan populasi signifikan
Ghana, Togo, Benin
Bahasa
Bahasa Ewe
Agama
Voodoo, Kristen, Islam

Orang Ewe (Ewe: Eʋeawó, har. "orang Ewe") adalah kelompok etnik yang tinggal di tenggara Ghana, di sebelah timur sungai Volta, di daerah yang kini dikenal sebagai Region Volta, di Togo selatan dan di Benin barat. Mereka berbicara bahasa Ewe (Eʋegbe), dan berkaitan dengan para penutur bahasa Gbe seperti Orang Fon dan Orang Aja di Togo dan Benin.

Masyarakat dan budaya

250px-Gbe_languages-es.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Warna kuning menunjukkan daerah digunakannya bahasa Ewe

Orang Ewe pada dasarnya adalah masyarakat patrilineal; pendiri komunitas dijadikan sebagai pemimpin, dan biasanya digantikan oleh kerabatnya. Orang Ewe terbagi secara geografis di antara Ghana (Region Volta), Togo (selatan) dan bagian barat Benin. Wilayah ini dijajah oleh Jerman dan awalnya disebut Togoland. Setelah Jerman kalah pada Perang Dunia I, tanah orang Ewe dibagi pada Prancis dan Inggris.

Pada masa modern, pemimpin biasanya dipilih melalui konsensus dan mendapat nasihat dari para sesepuh. Ada sejumlah panduan mengenai tata cara berperilaku sebagai pemimpin. Seorang pemimpin harus selalu menutup kepala mereka di depan umum, dan tidak boleh terlihat sedang minum. Masyarakat memandang pemimpin sebagai penghubung dunia sehari-hari dengan dunia para leluhur. Pemimpin harus punya pikiran yang jelas. menurut tradisi, pemimpin tidak boleh melihat wajah mayat meskipun diperbolehkan menghadiri pemakaman.

250px-Ewe_kente_stripes%2C_Ghana.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kente, pakaian tradisional orang Ewe

Menurut tradisi, pemimpin duduk di bangku hitam. Sebuah bangku putih disediakan untuk pemimpin 'kehormatan', yaitu orang yang menjadi 'pemimpin' karena kontribusinya pada desa. Beberapa ritual tak boleh dilaksanankan oleh pemimpin kehormatan, dan harus dihadiri oleh pemimpin sebenarnya.

Penuangan persembahan merupakan ritual penting dalam masyarakat Ewe. Pada umumnya, hanya pemimpin yang boleh menuangkan persembahan, tetapi kadang-kadang, di sebuah durbar, ahli bahasa juga melakukan peran itu. Persembahan dutuangkan tiga kali, untuk menghormati laluhur, kehidupan, dan sang pemberi persembahan itu sendiri.

Suku Ewe seperti juga suku-suku tetangga mereka, yaitu suku Akan, memakai Kente sebagai kain tradisional mereka. Gaya memakai Kete mirip dengan orang Akan seperti kaum Ashantis dan Akyem. Orang Ewe memiliki sejarah panjang dalam hal menenun kain 'Kete', terutama di Kpetoe (sebuah kota di wilayah Volta di Ghana).

Nama (Ŋkɔwo)

Orang Ewe (Eʋeawo) memberi nama untuk menggambarkan spiritualitas orang tuanya, atau keadaan ketika sang bayi dilahirkan. Kebanyakan nama-namanya uniseksual, beberapa contohnya adalah sebagai berikut:

  • Akpenε = Terima kasih padamu
  • Dzigbɔɖi = Kesabaran
  • Eɖem = Dia menyelamatkanku
  • Elinam = Dia bersamaku
  • Fafa = Kedamaian
  • Gameli = Ada waktu untuk apapun
  • Kafui = Terpujilah Dia
  • Mawuli = Tuhan ada
  • Etornam = Dia menjawab doaku
  • Eyram = Dia memberkatiku

Orang Ewe juga sering memberi nama pertama pada seorang anak dengan nama hari ketika dia dilahirkan. Hal in menunjukkan kemiripan dengan Orang Akan seperti juga Akwamu. Versi orang Ewe adalah sebagai berikut:

  • Dzoɖagbe (Senin): Kɔdzo, Kwadzo (Lelaki/Ŋutsu); Adzo, Adzoa (Perempuan/Nyɔnu)
  • Braɖagbe (Selasa): Kɔmla, Kobla (Lelaki/Ŋutsu); Abra, Abla (Perempuan/Nyɔnu)
  • Kuɖagbe (Rabu): Kɔku, Kwaku (Lelaki/Ŋutsu); Aku, Akua (Perempuan/Nyɔnu)
  • Yawoɖagbe (Kamis): Yawo (Lelaki/Ŋutsu); Yawa (Perempuan/Nyɔnu)
  • Fiɖagbe (Jumat): Kofi (Lelaki/Ŋutsu); Afua, Afi (Perempuan/Nyɔnu)
  • Memleɖagbe / Memliɖagbe (Sabtu): Kɔmi,Kwami (Lelaki/Ŋutsu); Ami, Ama (Perempuan/Nyɔnu)
  • Kɔsiɖagbe / Kwasiɖagbe (Minggu): Kɔsi, Kwasi (Lelaki,Ŋutsu); Akɔsia, Akɔsua (Perempuan/Nyɔnu)

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan