Rabu, 28 Oktober 2026
12:05 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Balhae Akhir

Bagikan:

Balhae Akhir (927 - 935?, 1003?, 1007?, 1114?) didirikan pada tahun 927, oleh Keluarga Kerajaan Dae. Merupakan yang pertama segera dari negara-negara penerus Balhae setelah jatuh ke tangan bangsa Khitan pada tahun 926. Balhae Akhir dipimpin oleh klan Dae, tetapi akhirnya diambil oleh Yeol Manhwa.

Sejarah

Balhae Akhir memulainya sebagai suatu upaya oleh para bekas sisa Aristokrasi Balhae untuk menunjuk raja yang baru ke atas tahta Balhae dan membangkitkan kembali negara itu. Rakyat Balhae yang dikuasai segera mulai memberontak melawan bangsa Khitan dan masalah ini mulai menyimpang di luar kendali bagi Kerajaan Dongran.

Mulai tahun 927, bangsa Khitan mulai memburu dan mengeksekusi seluruh anggota keluarga kerajaan dengan harapan untuk menghancurkan kesempatan yang ada untuk menunjuk raja atau ratu yang baru yang akan naik keatas tahta Balhae. Namun, beberapa anggota dari keluarga kerajaan selamat. Di antara mereka merupakan Putra Mahkota Dae Gwang-hyeon. Putra Mahkota memimpin pengungsi Balhae, kebanyakan bekas rakyat Goguryeo, dan melarikan diri ke tetangga di bagian selatan, Goryeo, dimana Kaisar yang baru naik tahta Taejo dari Goryeo menerima mereka dengan tangan terbuka. Klan Dae, bagaimanapun juga mempersatukan kelompok perlawanan di bagian barat Sungai Amnok dan mendirikan "Balhae Akhir" di Benteng Holhan pada tahun 927.

Namun, Jenderal Yeol Manhwa merampasnya di dalam sebuah kudeta dan mendirikan Kerajaan Jeong-an pada tahun 935.

Lihat pula

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan