Minggu, 25 Oktober 2026
12:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Balaiada

Balaiada

Bagikan:
Pemberontakan Balaiada - Brasil
330px-Tropas_brasileiras_1835.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para pasukan berangkat dari Rio de Janeiro ke Maranhão.
Tanggal1838-1841
Lokasi
Provinsi Maranhão, Brasil
Hasil Kemenangan Legalis
Pihak yang terlibat

Kekaisaran Brasil Kekaisaran Brasil

Kekaisaran Brasil Pemberontak

  • Balaios
  • Budak-budak Afrika
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Kolonel Luís Alves de Lima e Silva Cosme Bento †
Raimundo Gomes
Kekuatan
10,000-12,000 8,000

Balaiada adalah sebuah pemberontakan sosial yang terjadi antara 1838 dan 1841 di dalam provinsi Maranhão, Brasil.

Latar belakang

Pada zaman kekaisaran, wilayah Maranhão, yang mengekspor kapas, mengalami krisis ekonomi karena bersaing dengan peningkatan produksi Amerika Serikat. Selain itu, industri sapi memakan sebagian besar pekerja di region tersebut. Pabrik-pabrik tersebut melibatkan budak dan pekerja gratis berbiaya rendah dalam gerakan tersebut.

Persengketaan kekuatan politik berkembang di jantung kelas elit, yang terefleksikan di Maranhão oleh penentangan kaum liberal (bem-te-vis) dan kaum konservatif (cabanos). Ketika Pedro de Araújo Lima, Marquis Olinda menjadi prdana menteri, terprovokasi dengan apa yang disebut regresso conservador ("regresi konservatif"), kaum konservatif Maranhão mengambil langkah untuk melengserkan kaum liberal

Referensi

  • Claudete Maria Miranda Dias. Balaios e Bem-te-vis: a guerrilha sertaneja (2a. ed.). Teresina: Instituto Dom Barreto, 2002.
  • Maria de Lourdes Mônaco Janotti. A Balaiada. São Paulo: Brasiliense, 1987.
  • Rodrigo Otávio. A Balaiada. Rio de Janeiro: Imprensa Nacional, 1942.
  • Rodrigo Otávio. A Balaiada 1839: depoimento de um dos heróis do cerco de Caxias sobre a Revolução dos "Balaios". São Paulo: Siciliano, 2001. ISBN 85-267-0869-4
  • Maria Januária Villela Santos. A Balaiada e a insurreição de escravos no Maranhão. São Paulo: Ática, 1983.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan