Rabu, 30 September 2026
15:57 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu

Bahasa purba

nenek moyang bersama dari rumpun bahasa

Bagikan:

Bahasa purba (disebut juga bahasa induk atau bahasa proto) adalah sebuah bahasa hipotetik yang merupakan perintis dari semua bahasa yang termasuk ke dalam suatu rumpun bahasa.[1]

Dalam kebanyakan kasus, bahasa purba tidak dapat diketahui secara langsung dan harus direkonstruksi dengan membandingkan anggota-anggota dari rumpun bahasa.[2] Melalui proses komparasi ini, hanya sebagian dari struktur dan kosakata bahasa purba dapat direkonstruksi. Semakin tua bahasa purba, semakin kabur rekonstruksinya. Contoh dari bahasa purba yang telah direkonstruksi adalah bahasa Indo-Eropa purba, bahasa Ural purba, bahasa Bantu purba.

Ciri-ciri

Bahasa purba setidaknya memiliki lima ciri yaitu:

  1. Merupakan bahasa duga. Wujud asli bahasa induk tidak dapat diteliti lagi, karena hanya berupa data lisan yang tidak dapat diperoleh lagi. Kesimpulan diambil berdasarkan penelitian atas bahasa-bahasa yang berkerabat saat ini.
  2. Bukan merupakan bahasa tulis. Bahasa yang telah memiliki tradisi tulis telah memiliki sejarah, dengan demikian bahasa tersebut dapat diteliti berdasarkan tulisan yang ditemukan.
  3. Sangat kompleks. Bahasa yang sekarang memiliki tradisi tulis sangat mungkin telah melewati tahapan yang cukup kompleks sebagai bahasa lisan.
  4. Pada zaman modern tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Merupakan rekonstruksi yang dilakukan oleh ahli bahasa (ahli linguistik komparatif).[3]

Referensi

  1. ↑ Rowe, Bruce M.; Levine, Diane P. (2015). A Concise Introduction to Linguistics. Routledge. hlm. 340–341. ISBN 978-1-317-34928-0. Diakses tanggal 26 Januari 2017.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Campbell, Lyle (2007). Glossary of Historical Linguistics. Edinburgh University Press. hlm. 158–159. ISBN 978-0-7486-3019-6.
  3. ↑ Masalah Rekonstruksi Bahasa Induk (Melayu Purba)[pranala nonaktif permanen], diakses tanggal 28 Februari 2013

Lihat pula

Ikon rintisan

Artikel bertopik bahasa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan