Minggu, 11 Oktober 2026
06:05 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Bahasa Frisia Timur

Bahasa Frisia Timur

bahasa Jermanik

Bagikan:
Bahasa Frisia Timur
Aastfräiske
Fräiske
Dituturkan diJerman
WilayahFriesland Timur
EtnisFrisia Timur
Penutur
2.000 jiwa (2015)[1]
Tampilkan klasifikasi manual
Tampilkan klasifikasi otomatis
Dialek
Latin
Status resmi
Diakui sebagai
bahasa minoritas di
Jerman
Diatur olehSeelter Buund Saterland/Seelterlound
(tidak resmi)
Kode bahasa
ISO 639-3Tidak ada (tidak ada)
Kode bahasa:
stq – Frisia Saterland
Glottologsate1242
Linguasfer52-ACA
Lokasi penuturan
500px-Frisian_languages_in_Europe.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penyebaran bahasa Frisia saat ini di Eropa:
  Frisia Timur
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
Pemberitahuan
Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.

Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

16.14, Sabtu, 10 Oktober, 2026 (UTC) • Sebanyak 1.635 artikel belum dinilai
Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Frisia Timur (Aastfräiske) adalah salah satu ragam utama bahasa Frisia. Dialek terakhir yang masih ada dituturkan di Saterland, Niedersachsen, Jerman.

Dulu ada dua dialek utama dari bahasa ini, Ems dan Weser. Weser, termasuk dialek Wursten dan Wangerooge, bertahan hingga abad ke-20. Ems berlanjut dengan beberapa ribu penutur dewasa dialek Saterland, tetapi hampir semua kalangan muda tidak fasih dan mempelajari dialek tersebut.

Fonologi

Fonologi Frisia Timur secara linguistik konservatif mirip dengan bahasa Frisia Kuno.[2]

Frisia Timur Kuno

Artikel utama: Bahasa Frisia Kuno

Bahasa Frisia Timur Kuno dulu dituturkan di Friesland Timur (Ostfriesland), wilayah antara sungai Lauwers dan sungai Weser Jerman. Daerah itu juga mencakup dua distrik kecil di tepi timur Weser, tanah Wursten dan Würden. Bahasa Frisia Timur Lama dapat dibagi menjadi dua kelompok dialek: Frisia Weser di timur, dan Frisia Ems di barat. Sejak tahun 1500 dan seterusnya, penutur Frisia Timur Kuno perlahan-lahan berkurang karena beralih menuturkan bahasa Sachsen Hilir di sekitarnya.

Pada pertengahan abad ketujuh belas, bahasa Frisia Ems hampir punah. Bahasa Frisia Weser hanya bertahan sampai tahun 1700, meskipun ada catatan tentang ragam itu masih dituturkan di tanah Wursten, di sebelah timur sungai Weser. Pada tahun 1723, ragam itu bertahan di pulau Wangerooge, tempat penutur bahasa Frisia Weser terakhir meninggal pada tahun 1953. Saat ini, turunan bahasa Frisia Timur Kuno tidak lagi digunakan dalam batas-batas bekas Frisia Timur; tetapi, sebagian besar penduduk wilayah itu masih dikategorikan bangsa Frisia, disebut dalam bahasa Sachsen Hilir sebagai Freesk. Dalam dialek ini, yang disebut dalam bahasa Jerman sebagai Ostfriesisch, substratum Frisia masih ada dalam bahasa Jerman yang dituturkan penduduk itu.

Frisia Saterland

Bahasa turunan dari Frisia Timur Kuno yang tersisa adalah dialek Frisia Ems yang disebut Frisia Saterland atau Saterlandik (nama aslinya adalah Seeltersk), yang dituturkan di daerah Saterland di bekas negara bagian Oldenburg, di sebelah selatan Frisia Timur. Saterland (Seelterlound dalam nama aslinya), yang diyakini telah diduduki oleh Frisii dari Frisia Timur pada abad kesebelas, untuk waktu yang lama dikelilingi oleh tegalan yang tidak dapat dilewati.

Faktor penting lainnya adalah bahwa setelah Perang Tiga Puluh Tahun, Saterland menjadi bagian dari keuskupan Münster. Akibatnya, daerah itu di bawah kendali Gereja Katolik, yang mengakibatkan pemisahan sosial dari Frisia Timur Protestan sejak sekitar tahun 1630. Hukum agama Katolik pada saat itu menuntut konfirmasi dari pasangan non-Katolik dan hal itu mencegah asimilasi, sehingga perkawinan non-Katolik jarang terjadi.

Referensi

  1. ↑ Frisia Timur at Ethnologue (21st ed., 2018) Akses tertutup
    Frisia Saterland at Ethnologue (21st ed., 2018) Akses tertutup
  2. ↑ Versloot, Arjen: "Grundzüge Ostfriesischer Sprachgeschichte", in Munske (2001).
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan