Jumat, 23 Oktober 2026
11:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal

Bahasa buatan

salah satu rumpun bahasa

Bagikan:
Artikel ini sudah memiliki daftar referensi, bacaan terkait, atau pranala luar, tetapi sumbernya belum jelas karena belum menyertakan kutipan pada kalimat. Mohon tingkatkan kualitas artikel ini dengan memasukkan rujukan yang lebih mendetail bila perlu. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
"Rekayasa bahasa" beralih ke halaman ini. Untuk salah satu jenis bahasa buatan, lihat bahasa rekayasa.
Artikel ini bukan mengenai Linguistik teoretis atau Linguistik terapan.

Bahasa buatan atau bahasa rekaan (bahasa Inggris:constructed language, conlang) adalah sebuah bahasa yang kosakata dan tata bahasanya diciptakan oleh seseorang atau sebuah kelompok kecil. Bahasa ini bertolak belakang dengan bahasa alami (natural language, natlang) yang secara alamiah berevolusi sebagai bagian dari sebuah budaya. Beberapa di antara bahasa buatan dirancang sebagai alat komunikasi manusia (biasanya berfungsi sebagai bahasa auksiliari internasional), beberapa lainnya diciptakan untuk digunakan dalam karya fiksi atau sebagai percobaan, untuk tujuan komunikasi rahasia, atau bahkan hanya untuk iseng saja.

Istilah "bahasa terencana" kadang digunakan untuk mengacu kepada bahasa auksiliari internasional, dan oleh mereka yang menganggap istilah "artifisial" berkonotasi peyoratif. Sebagai contoh, para penutur Esperanto menyatakan bahwa "Esperanto adalah bahasa artifisal seperti layaknya mobil adalah kuda artifisal". Namun di luar komunitas Esperanto, istilah bahasa terencana ini biasanya merujuk kepada bahasa alami yang diatur secara preskriptif oleh badan pengatur bahasa.

Sekilas

Bahasa terkonstruksi sering kali dibagi menjadi bahasa a priori dan a posteriori. Bahasa a priori menggunakan kosakata dan tata bahasa yang diciptakan dari awal (bisa menggunakan imajinasi sang pencipta atau dengan proses komputasional). Sedangkan bahasa a posteori kosakata dan tata bahasanya didasarkan dari satu atau lebih bahasa alami.

Bahasa fiksi dan eksperimental dapat juga bersifat 'naturalistik', maksudnya bahasa tersebut memang diciptakan agar terdengar alamiah, dan apabila didasarkan posteriori, bahasa tersebut berusaha mengikuti aturan fonologikal, leksikal dan gramatikal yang alamiah. Karena bahasa ini biasanya tidak diperuntukkan untuk kemudahan pembelajaran atau komunikasi, bahasa fiksi naturalistik biasanya lebih susah dan rumit (karena bahasa tersebut mencoba meniru perilaku yang biasa ditemui di bahasa alami seperti kata kerja dan benda yang tidak reguler, aturan fonologis yang rumit, dll.)

Jadi, berdasarkan keterangan di atas, bahasa terkonstruksi dapat dibagi menjadi:

Sebuah bahasa buatan dapat mempunyai penutur ibu (native speakers) apabila sang anak mempelajarinya dari kecil dari orang tua yang mempelajarinya. Diperkirakan Esperanto mempunyai jumlah penutur asli sebanyak antara 200 sampai 2.000 orang. Seorang anggota dari Klingon Language Institute, d'Armond Speers, mencoba untuk membesarkan anaknya sebagai penutur ibu dari Klingon dan Inggris, tetapi dia menemukan bahwa pada waktu itu, kosakata Klingon tidak cukup besar untuk mengungkapkan benda yang sering ditemui di rumah, "meja" dan "botol" sebagai contohnya.

Pengguna bahasa buatan juga kadang-kadang mempunyai alasan lain mengapa mereka menggunakannya. Di antara alasan tersebut, Hipotesis Sapir-Whorf yang terkenal (walaupun masih diperdebatkan kebenarannya) sering disebut. Hipotesis tersebut mengklaim bahwa bahasa yang kita bicarakan memengaruhi cara kita berpikir, sehingga, bahasa yang "lebih baik" harusnya dapat membuat sang pembicaranya mencapai tingkat kecerdasan yang lebih tinggi, atau dapat menerima titik pandang yang lebih beragam.

Lihat pula

Pranala luar

Komunitas

Petunjuk, panduan, How To's

Koleksi pranala

Koleksi pranala berisi informasi tentang bahasa terkonstruksi

Referensi

  • Libert, Alan (2000). A Priori Artificial Languages (dalam bahasa Inggris). Munich: Lincom Europa. ISBN 3-89586-667-9.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan