Jumat, 30 Oktober 2026
09:17 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Bahasa Wano

bagian dari rumpun bahasa Papua

Bagikan:
Bahasa Wano
WilayahPapua Tengah
EtnisSuku Wano
Penutur
1.000 (2011)[1]
Kode bahasa
ISO 639-3wno
Glottologwano1243
IETFwno
ELPWano
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Definitely Endangered Bahasa Wano diklasifikasikan sebagai bahasa terancam punah (DE) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL Ethnologue: C6b ThreatenedBahasa Wano dikategorikan sebagai C6b Threatened menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini mulai terancam dan mengalami penurunan jumlah penutur dari waktu ke waktu
Referensi: [2][3][4]
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
Pemberitahuan
Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.

Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

02.17, Jumat, 30 Oktober, 2026 (UTC) • Sebanyak 1.637 artikel belum dinilai
Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Wano adalah sebuah bahasa Papua yang dituturkan di Kabupaten Puncak dan Kabupaten Puncak Jaya di Papua Tengah, Indonesia.[5]

Dialek

Berdasarkan dialeknya Bahasa Wano terbagi menjadi 2 rumpun dengan kesamaan 60-65% dan kemudian terbagi lagi menjadi 5 dialek, berikut nama dialek beserta kampung di mana dialek tersebut dipakai:[6]

  • Wano Barat (kesamaan 97%)
    • Puduk: Puduk, Wodegoduk, Iratoi
    • Mbowid: Mbowid, Biricare, Yevamu, Turumo, Nggweri, Fawidua
  • Wano Timur (kesamaan 78%)
    • Acodi: Acodi, Mbomban, Yei (atau Yalome)
    • Dumo: Dumo, Kududomo, Ninggi, Mbinitmu, Wiga
    • Kiagai: Kiagai, Wina, Tumbui, Anevawi, Nggiduweni

Tingkat kesamaan

Tingkat kesamaan leksikal antar dialek:[7]

Puduk Acodi Dumo Kiagai
Mbowid 97% 59% 65% 60%
Puduk - 68% 64% 62%
Acomi - - 78% 78%
Dumo - - - 78%

Referensi

  1. ↑ Bahasa Wano di Ethnologue (ed. ke-18, 2015)
  2. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  4. ↑ "Bahasa Wano". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
  5. ↑ Burung, Willem (2007). The Phonology of Wano (PDF) (dalam bahasa Inggris). SIL International. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-08-09. Diakses tanggal 2022-08-27.
  6. ↑ Burung, Willem (2016). A Grammar of Wano (PhD). Oxford University.
  7. ↑ Willem Burung 2016, bersama Isak Weya untuk dialek Dumo, Yote Wanimbo untuk dialek Kiagai, dan Yumilep Murib untuk dialek Acodi


Ikon rintisan

Artikel bertopik bahasa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan