Kamis, 05 November 2026
00:53 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Bahasa Proto-Algik

bagian dari rumpun bahasa Algik

Bagikan:
Nenek moyang dari semua bahasa Algik yang telah direkonstruksiTemplat:SHORTDESC:Nenek moyang dari semua bahasa Algik yang telah direkonstruksi
Proto-Algik
PAc
Reka ulang dariRumpun bahasa Algik
WilayahDataran Tinggi Kolombia?
Zamanca. 5000 BCE
Reka ulang tingkat rendah
L •B •PW
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Bahasa Proto-Algik adalah Bahasa purba yang menjadi nenek moyang dari seluruh bahasa Algik yang ada (dengan tiga subcabangnya; Wiyot, Yurok, danAlgonquian). Diperkirakan bahwa bahasa ini telah dituturkan sekitar 7.000 tahun yang lalu di suatu tempat pada Amerika Barat Laut, kemungkinan besar di sekitaran wilayah Dataran Tinggi Kolombia.[1][2][3][4][5] Bahasa ini merupakan salah satu Bahasa purba yang dikategorikan sebagai bahasa proto tingkat kedua karena bahasa ini direkonstruksi melalui data rekonstruksi bahasa proto lain, yaitu bahasa turunannya Proto-Algonquian. Rekonstruksi bahasa tersebut telah diterima secara luas oleh para ahli linguistik.[2] Peneliti utama dari perekonstruksian bahasa ini adalah Paul Proulx.[6]

Fonologi

Vokal

Bahasa Proto-Algik memiliki empat vokal dasar, yang dapat berupa vokal panjang maupun pendek

Panjang Pendek
Depan Belakang Depan elakang
Tertutup /i/ /o/ /iː/ /oː/
Tengah /e/ /eː/
Terbuka /a/ /aː/

Konsonan

Bahasa Proto-Algik memiliki konsonan sebagai berikut:

Dwibibir Rongga gigi Paska rongga gigi
& sibilan
Langit-langit Langit-belakang Langit-belakang dengan dwibibir Celah-suara
letup p t c /t͡s/ č /t͡ʃ/ k kʷ ʔ
letup dengan aspirasi pʰ tʰ cʰ /t͡sʰ/ čʰ /t͡ʃʰ/ kʰ kʷʰ
letup dengan glotalisasi pʼ tʼ cʼ /t͡sʼ/ čʼ /t͡ʃʼ/ kʼ kʼʷ
Frikatif ɬ /ɬ/ 1 s š /ʃ/ h
sengau m n
sengau dengan glotalisasi mʼ nʼ
lateral, getar r, l
lateral dengan glotalisasi, getar dengan glotalisasi rʼ, lʼ
hampiran y /j/ w
hampiran dengan glotalisasi yʼ /jʼ/ w'
1 Identitas konsonan ini tidak sepenuhnya dapat dipastikan; in dalam bahasa Proto-Algonquia, terkadang direkonstruksi secara alternatif sebagai θ /θ/.

Tidak diketahui apakah č /tʃ/ merupakan fonem tersendiri atau hanya sebuah alofon dari c dan/atau t dalam bahasa Proto-Algik (seperti dalam bahasa Proto-Algonquian). Pada tahun 1992, Paul Proulx berteori bahwa bahasa Proto-Algik juga memiliki fonem gʷ, yang menjadi *w dalam bahasa Proto-Algonquian dan g dalam Wiyot dan Yurok.

Semua hentian dan afrikatif yang telah disebutkan memiliki padanan aspirasi, dan semua konsonan, kecuali frikatif yang hanya memiliki konsonan glottal. Bahasa Proto-Algonquian secara signifikan mereduksi sistem konsonan ini dengan menghilangkan semua fonem yang terglotalisasi dan teraspirasi.[7]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Bakker, Peter (2013). "Diachrony and typology in the history of Cree". Dalam Folke Josephson; Ingmar Söhrman (ed.). Diachronic and typological perspectives on verbs. Amsterdam: John Benjamins. hlm. 223–260.
  2. 1 2 Paul Proulx, Proto-Algic I: Phonological Sketch, in the International Journal of American Linguistics, volume 50, number 2 (April 1984)
  3. ↑ Paul Proulx, Algic Color Terms, in Anthropological Linguistics, volume 30, number 2 (Summer 1988)
  4. ↑ Paul Proulx, Proto-Algic IV: Nouns, in Studies in Native American Languages VII, volume 17, number 2 (1992)
  5. ↑ Golla, Victor (2011). California Indian Languages. Berkeley: University of California Press. hlm. 256.
  6. ↑ Amherst Obituary for Paul Proulx
  7. ↑ Paul Proulx, Proto-Algic I: Phonological Sketch, in the International Journal of American Linguistics, volume 50, number 2 (April 1984)

Bibliografi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan