Minggu, 04 Oktober 2026
06:21 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Sindrom pelepasan sitokin

Bagikan:
Sindrom pelepasan sitokin (CRS)
Nama lainReaksi terkait infusi, reaksi infusi,[1] badai sitokin[2]
SpesialisasiImunologi

Sindrom pelepasan sitokin (bahasa Inggris:cytokine release syndrome, disingkat CRS) atau sindrom badai sitokin (cytokine storm syndrome, disingkat CSS) adalah salah satu bentuk sindrom respons inflamasi sistemik (SIRS) yang dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti infeksi dan obat-obatan tertentu.[3] Kondisi ini terjadi ketika sejumlah besar sel darah putih teraktivasi dan melepaskan sitokin radang, yang pada gilirannya mengaktifkan lebih banyak lagi sel darah putih. CRS juga merupakan efek samping dari beberapa obat antibodi monoklonal, serta terapi sel T adoptif.[4][5] Kasus yang berat disebut badai sitokin.[2] Ketika terjadi sebagai akibat dari pemberian obat, kondisi tersebut juga dikenal sebagai reaksi infusi.[1]

Referensi

  1. 1 2 Vogel WH (April 2010). "Infusion reactions: diagnosis, assessment, and management". Clinical Journal of Oncology Nursing. 14 (2): E10–21. doi:10.1188/10.CJON.E10-E21. PMID 20350882.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Vidal JM, Kawabata TT, Thorpe R, Silva-Lima B, Cederbrant K, Poole S, Mueller-Berghaus J, Pallardy M, Van der Laan JW (Agustus 2010). "In vitro cytokine release assays for predicting cytokine release syndrome: the current state-of-the-science. Report of a European Medicines Agency Workshop". Cytokine. 51 (2): 213–15. doi:10.1016/j.cyto.2010.04.008. PMID 20471854.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Shimabukuro-Vornhagen A, Gödel P, Subklewe M, et al. (15 Juni 2018). "Cytokine release syndrome". J Immunotherapy Cancer. 6 (1): 56. doi:10.1186/s40425-018-0343-9. PMC 6003181. PMID 29907163.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Lee DW, Gardner R, Porter DL, Louis CU, Ahmed N, Jensen M, Grupp SA, Mackall CL (Juli 2014). "Current concepts in the diagnosis and management of cytokine release syndrome". Blood. 124 (2): 188–95. doi:10.1182/blood-2014-05-552729. PMC 4093680. PMID 24876563.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Kroschinsky F, Stölzel F, von Bonin S, Beutel G, Kochanek M, Kiehl M, Schellongowski P (April 2017). "New drugs, new toxicities: severe side effects of modern targeted and immunotherapy of cancer and their management". Critical Care. 21 (1): 89. doi:10.1186/s13054-017-1678-1. PMC 5391608. PMID 28407743.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan