Senin, 19 Oktober 2026
19:09 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Badai Flora

Badai Flora

Bagikan:
250px-Flora_1963_track.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jalur pergerakan Badai Flora 1963.

Badai Flora adalah salah satu siklon tropis Atlantik paling mematikan dalam catatan sejarah, dengan total korban mencapai 7.000 jiwa. Siklon tropis ketujuh dalam musim siklon tropis Atlantik 1963 ini berkembang dalam bentuk gangguan di Intertropical Convergence Zone pada 26 September, 1.215 km barat daya Tanjung Verde. Setelah beberapa hari aktivitas lemah, pada 29 September, badai ini dengan cepat mencapai status badai tropis. Flora terus menguat hingga mencapai Kategori 3 sebelum bergerak melalui Kepulauan Windward dan Tobago dan mencapai kecepatan angin lestari maksimum (maximum sustained winds) 230 km/jam di Laut Karibia. Badai menghantam barat daya Haiti dengan intensitas mendekati puncak, berbelok ke barat, dan melanda Kuba selama empat hari sebelum berbelok ke timur laut. Flora melewati Bahama dan bergerak dipercepat terus ke timur laut menjadi siklon ekstratropis pada 12 Oktober 1963.

Ikon rintisan

Artikel bertopik meteorologi dan klimatologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan