Sabtu, 24 Oktober 2026
03:02 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Baba Nobuharu

Baba Nobuharu

seorang samurai pada masa perang saudara Jepang yang mengabdi pada daimyo dari klan Takeda

Bagikan:
250px-Baba_Nobufusa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Baba Nobuharu

Baba Nobuharu (1514-1575) atau dikenal dengan nama Baba Nobufusa adalah samurai pada masa perang saudara Jepang (periode Sengoku) yang mengabdi pada daimyo dari klan Takeda. Dia adalah salah satu dari 24 Jendral terbaik klan Takeda dan melayani tiga generasi Takeda yaitu Nobutora, Shingen, dan Katsuyori. Tahun 1541, dia membantu Takeda Shingen mengudeta Takeda Nobutora, ayah Shingen. Untuk jasanya ini, Shingen menganugerahinya Kastil Fukashi di Shinano.

Di bawah Shingen, kariernya menanjak pesat dan sering kali berpartisipasi dalam berbagai pertempuran. Prestasinya yang menonjol terutama dalam Pertempuran Kawanakajima II (1555), Kawanakajima IV (1561), Odawara (1569), dan Mikatagahara (1572). Dia dikenal sebagai jendral yang bijak baik dalam pertempuran maupun di luar pertempuran.

Takeda Shingen meninggal pada tahun 1573 dan digantikan anaknya Takeda Katsuyori yang tidak cocok dengan para jendral tua termasuk Baba. Sekalipun dikucilkan, Baba tetap menunjukkan kesetiaan yang puncaknya pada Pertempuran Nagashino, 29 Juni 1575 ketika pasukan Takeda menderita kekalahan besar dengan kehilangan lebih dari 10.000 orang melawan pasukan Oda Nobunaga dan Tokugawa Ieyasu. Dia menghalangi pasukan pengejar yang memburu Katsuyori bersama delapanpuluhan prajurit yang tersisa. Setelah melihat Katsuyori telah jauh, dia menerjang ke barisan musuh sambil berseru, “Akulah Baba, Gubernur Mino, bunuh aku kalau kalian bisa dan dapatkan hadiahmu!”. Diapun gugur oleh tikaman tombak musuh yang bertubi-tubi.

Pranala luar

Samurai Archives

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan