Minggu, 27 September 2026
07:28 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Azariqah

denominasi Islam

Azariqah (bahasa Arab: أزارقة) adalah sekte Khawarij yang dibentuk di Basra pada tahun 680-an dan kemudian menyerang Muslim-Muslim lain di Irak dan Iran selatan. Sekte ini dimusnahkan pada tahun 698.

Sekte ini dinamai dari Nāfiʿ bin al-Azraq, seorang Khawarij yang awalnya mendukung Abdullah bin az-Zubair pada tahun 683 sampai-sampai ia pindah ke Mekkah. Namun, setelah menyadari bahwa mereka tidak sependapat, ia tak lagi mendukungnya. Ketika Ibnu az-Zubair pada tahun yang sama ingin mengangkat seorang gubernur di Basra, Ibnu al-Azraq dan anggota Khawarij lainnya melancarkan perlawanan.

Ibnu al-Azraq meninggal dalam pertempuran, tetapi para pendukungnya menolak menyerah. Mereka lalu mundur ke Provinsi Khuzestan, dan dari situ mereka menjarah daerah pedalaman Basra dan al-Ahwāz. Muslim yang menolak mengikuti mereka dibunuh, termasuk istri dan anak-anak mereka. Praktik ini disebut Istiʿrāḍ.

Daftar pustaka


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan