Jumat, 16 Oktober 2026
15:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo
Auguste Beernaert

Auguste Beernaert

Pengacara dan politikus Belgia

Bagikan:
250px-Auguste_Beernaert%2802%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung dada karya Louis Mascré

Auguste Marie François Beernaert adalah seorang pengacara dan politikus asal Belgia yang lahir pada tanggal 26 Juli 1829 di Oostende. Ia berasal dari sayap liberal Partai Katolik, dan merupakan anggota sejumlah kabinet dan PM dari tahun 1884 hingga 1894. Ia memperkenalkan hukum sosial pertama dan mewakili Belgia pada konferensi perdamaian di den Haag. Pada tahun 1909 ia menerima Penghargaan Perdamaian Nobel.

Auguste Beernaert terkenal akan dedikasi dan ketekunannya selama karier politiknya dan perjuangan pentingnya untuk perdamaian. Ia berasal dari keluarga menengah Flandria Katolik. Setelah lulus S3 dalam ilmu hukum di Universitas Katolik Leuven, ia bepergian ke Berlin, Paris dan Heidelberg untuk menyelesaikan studinya. Ia dipanggil ke pengadilan pada tahun 1853 dan mengkhususkan diri pada hukum pajak. 20 tahun kemudian ia menjadi Menteri Pekerjaan Umum dalam kabinet Katolik konservatif Jules Malou, di mana ia membuktikan sebagai politikus yang cakap dan energik. Ia di sana sebagai penggagas pembangunan jalur kereta api, terusan dan jalan. Ia membangun fasilitas untuk pelabuhan Antwerpen dan Ostend, menyumbang pada perbaikan ibu kota, tetapi gagal dalam usahanya menghapuskan buruh anak di pertambangan. Pada tahun 1884 Raja Leopold II mengangkat Beernaert sebagai PM. Selama masa jabatannya yang 10 tahun pengeluaran seimbang, bahasa Flandria dilindungi dan suara diletakkan pada hukum sosial pertama. Ia berperan penting dalam pendapatan dan pembangunan bekas Kongo Belgia. Pada tahun 1895 ia menjadi Ketua Kamar Perwakilan dan mencurahkan diri pada hukum internasional: arbitase, pembatasan pasukan, dan larangan perang di udara. Sebagai anggota Uni Antarparlemen dan pembela negeri-negeri yang kecil, ia mewakili Belgia pada Konferensi Perdamaian den Haag pada tahun 1899 dan 1907. Pada tahun 1909 dalam usia 80 ia menerima Hadiah Nobel Perdamaian bersama dengan Paul d'Estournelles. Pada perjalanan pulang dari konferensi di Jenewa, ia dibawa ke Rumah Sakit Lucerne.

Ia meninggal akibat pneumonia pada tanggal 6 Oktober 1912. Beernaert mengungguli peribahasanya sendiri: "Kebaikan pertama seorang politikus dan kunci keberhasilan adalah ketekunan."

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan