Jumat, 23 Oktober 2026
05:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Atol Ailinginae

Atol Ailinginae

pulau di Kepulauan Marshall

Bagikan:
Atol Ailinginae
250px-Ailinginae.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto atol Ailinginae oleh NASA
330px-Map_of_Ailingnae_Atoll.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Atol Ailinginae di Marshall Islands
Atol Ailinginae
Lokasi di Marshall Islands
Geografi
LokasiPasifik Utara
Koordinat11°10′N 166°20′E / 11.167°N 166.333°E / 11.167; 166.333
KepulauanRalik
Jumlah pulau25
Luas2.8 km2
Titik tertinggi3 m
Pemerintahan
Negara Kepulauan Marshall
Kependudukan
PendudukTidak berpenghuni
Kelompok etnikOrang Marshall (dulunya)

Ailinginae (Aelōn̄in Ae, [ɑelʲɤŋinʲɑːɛ][1]) adalah atol karang tak berpenghuni (karena pengujian nuklir Castle Bravo) dari 25 pulau di Samudra Pasifik, di ujung utara Rantai Ralik Kepulauan Marshall. Total luas daratannya hanya 2,8 kilometer persegi (1,1 sq mi), tetapi mencakup laguna seluas 105,96 kilometer persegi (40,91 sq mi). Terletak sekitar 13 kilometer (8,1 mil) barat atol Rongelap. Lanskapnya dataran rendah dengan ketinggian maksimum hanya 3 meter (9,8 kaki) di atas permukaan laut. Dua pintu masuk ke laguna adalah Mogiri Pass dan Eniibukku Pass. Ini masing-masing memiliki lebar 1,45 dan 0,48 kilometer (0,9 dan 0,3 mil).

Sejarah

330px-Ailinginae_Atoll_-_2014-12-06_-_Landsat_8_-_15m.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Citra atol Ailinginae dari Landsat 8 NASA

Penampakan pertama yang dicatat oleh orang Eropa adalah oleh navigator Spanyol, Álvaro de Saavedra Cerón, pada 1 Januari 1528. Bersama dengan atol Utirik dan atol Rongelap, mereka dipetakan sebagai Islas de los Reyes (Pulau Tiga Raja Bijaksana dalam bahasa Spanyol) karena kedekatannya dengan Matahari Terbit.[2]

Atol Ailinginae diklaim oleh Kekaisaran Jerman bersama dengan Kepulauan Marshall lainnya pada tahun 1884. Setelah Perang Dunia I, pulau itu berada di bawah Mandat Laut Selatan Kekaisaran Jepang. Setelah berakhirnya Perang Dunia II, pulau ini berada di bawah kendali Amerika Serikat sebagai bagian dari Wilayah Perwalian Kepulauan Pasifik hingga kemerdekaan Kepulauan Marshall pada tahun 1986. Atol Ailinginae tidak berpenghuni sejak 1954 ketika beberapa penduduk pulau dievakuasi karena kekhawatiran dampak nuklir dari tes Castle Bravo di atol Bikini di barat laut.

Iklim

Suhu rata-rata pulau-pulau ini sekitar 27 °C (81 °F) pada siang hari dan sedikit lebih hangat pada malam hari. Musim hujan berlangsung dari bulan September sampai November. Pulau ini ditumbuhi 29 spesies tumbuhan semak belukar, rerumputan dan beberapa pohon Pisonia grandis.[3]

Referensi

  1. ↑ Marshallese-English Dictionary - Place Name Index
  2. ↑ Brand, Donald D. The Pacific Basin: A History of its Geographical Explorations The American Geographical Society, New York, 1967, p.121
  3. ↑ Releford, Jodi Stevens;Stevens, Jonathan;Bridges, K. W.;McClatchey, Will C.Flora of Rongelap and Ailinginae Atolls, Republic of the Marshall Islands
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan