Jumat, 30 Oktober 2026
12:00 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Atlas Air

Atlas Air

perusahaan penerbangan

Bagikan:
Atlas Air
250px-Atlas_Air_Logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
IATA ICAO Kode panggil
5Y GTI GIANT
Didirikan1992
Penghubung• Bandar Udara Internasional Ted Stevens Anchorage

• Bandar Udara Internasional O'Hare

• Bandar Udara Internasional Cincinnati/Northern Kentucky

• Bandar Udara Internasional Los Angeles

• Bandar Udara Internasional Miami

• Bandar Udara Internasional John F. Kennedy

• Bandar Udara Internasional Seattle-Tacoma
Armada117
Perusahaan indukAtlas Air Worldwide Holdings
Kantor pusat2000 Westchester Avenue, Purchase, New York, Amerika Serikat
Tokoh utamaJohn W. Dietrich (CEO, Presiden) William J. Flynn (Ketua)
Karyawan3,587 (2019)
Situs webwww.atlasair.com

Atlas Air ialah maskapai kargo yang bermarkas di Purchase, New York, Amerika Serikat, yang mengoperasikan penerbangan pengangkutan terjadwal atas dasar kontrak ACMI untuk beberapa penerbangan utama dunia, terbang ke 425 kota di 119 negara.[1] Pangkalan krunya termasuk di: Bandara Internasional Miami, Bandara Internasional John F. Kennedy (New York), Bandara Internasional Los Angeles, dan Bandara Internasional Anchorage.

250px-Atlas_Air_B742_N517MC.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Atlas Air Boeing 747-200

Sejarah

Maskapai ini didirikan pada bulan April 1992 oleh Michael Chowdry, mengkhususkan diri dalam outsourcing kontrak jangka panjang dari pesawat Boeing 747-nya. Maskapai ini mulai beroperasi pada tahun 1993 dengan 1 Boeing 747 dan dikontrak oleh China Airlines. Pada tahun 1995 keduanya mulai berdagang secara terbuka di NASDAQ, dan pada tahun 1997 muncul di New York Stock Exchange. Sebuah tawaran publik saham 4 juta dibuat pada bulan Agustus 1998. Pada tahun 2001 maskapai ini memperkenalkan program baru sewa dan layanan, berdasarkan pada model ACMI (Aircraft-Crew-Maintenance-insurance). Dengan program baru ini, pesawat kargo Atlas Air akan dapat dioperasikan maskapai lain seperti untuk penerbangan carter. Pada bulan Juli 2004 Atlas Air menyempurnakan rencana restrukturisasinya dan muncul dari perlindungan kebangkrutan Chapter 11.[1] Sekarang, AAWWH mengumumkan bahwa DHL sudah membeli hak jangka panjang untuk mengangkut beberapa kargonya di pesawat Polar.

Atlas Air Worldwide Holdings, Inc. (Nasdaq: AAWW) memiliki sepenuhnya Atlas Air,[1] Polar Air Cargo, dan saham dari Global Supply Systems (49%).

Maskapai ini dinamai menurut Dewa Yunani terkenal, Atlas, yang menyangga dunia di bahunya. Lambang maskapai ini adalah seorang lelaki emas menyangga dunia emas.

Tujuan

Atlas Air dan Polar Air Cargo membawa barang ke seluruh dunia, termasuk destinasi seluruh Eropa, Asia, Afrika, Australia, dan Pasifik, juga Amerika. Tujuan khusus bervariasi karena perubahan kebutuhan konsumen dan tren kargo udara musiman.

Rujukan

  1. 1 2 3 "Directory: World Airlines". Flight International. 27 Maret 2007. hlm. 80.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan