Rabu, 14 Oktober 2026
03:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Astronomi Persia

Astronomi Persia

Bagikan:
250px-Al-Sufi_depicted_in_Albrecht_D%C3%BCrers_%27The_Northern_Celestial_Hemisphere%27_%281515%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
al-Sufi digambarkan dalam lukisan Albrecht Dürer 'Belahan Langit Utara'.

Astronomi Persia atau astronomi Iran adalah yang mengacu pada astronomi dalam sejarah Persia kuno.[1]

Sejarah pra-Islam

Pada zaman sebelum kedatangan Islam, Bangsa Persia kuno merayakan ekuinoks musim semi, titik balik matahari musim panas, ekuinoks musim gugur, dan titik balik matahari musim dingin dengan menyelenggarakan berbagai festival dalam tradisi yang berbeda.[2]

Ekuinoks musim semi

Bangsa Persia mengenal Nowruz sebagai hari ekuinoks musim semi, dimana momen ketika Matahari melintasi ekuator langit yang telah dihitung selama bertahun-tahun. Nowruz merupakan hari penting pada masa Dinasti Akhemenid dan terus diperingati hingga masa Dinasti Sasaniyah.[3][4]

Titik balik matahari musim panas

Selain itu, juga terdapat Tirgan yang merupakan festival kuno di Iran untuk merayakan titik balik matahari musim panas.[5]

Ekuinoks musim gugur

Terdapat juga Mehregan, yaitu festival Zoroastrian dan Persia kuno yang merayakan ekuinoks musim gugur yang telah diselenggarakan setidaknya sejak abad ke-4 SM.[6]

Titik balik musim dingin

Pada musim dingin, terdapat Malam Yaldā yaitu festival kuno Iran yang merayakan titik balik musim dingin di Belahan Bumi Utara.[7][8][9]

Sistem perbintangan

Dalam sistem perbintangan, beberapa nama Persia kuno dalam astronomi hampir tidak bertahan; nama-nama empat bintang Kerajaan yang digunakan oleh orang Persia untuk almanak adalah Aldebaran, Regulus, Antares, dan Fomalhaut, dan menurut para ilmuwan dianggap setara dengan sistem bintang modern seperti Alcyone, Regulus, Albireo, dan Bungula (Alpha Centauri) untuk almanak.[10]

Planet

Dalam Prasasti tablet memuat pengamatan Jupiter dari tahun ke-43 pemerintahan Artaxerxes II hingga tahun ke-13 pemerintahan Alexander Agung.[11] Selain itu, posisi planet-planet sepanjang tahun juga telah ditentukan menggunakan bagan astrologi.[11]

Setelah penaklukan Muslim

Setelah penaklukan Persia oleh Muslim, banyak astronomi dan astrologi Persia terhubung dengan astronomi di dunia Islam abad pertengahan, membuka jalan bagi Zaman Keemasan Islam. Para ilmuwan menerjemahkan studi dalam bahasa Sanskerta, Persia Pertengahan, dan Yunani ke dalam bahasa Arab, dimana sumber-sumber Sanskerta India dan Pahlavi Persia (Persia Pertengahan) mengajarkan para astronom abad pertengahan berupa metode untuk menghitung posisi benda-benda langit, dan untuk membuat tabel yang mencatat pergerakan matahari, bulan, dan lima planet yang diketahui.[12]

Karya astronomi Muslim pertama yang penting adalah Zij al-Sindhind yaitu karya matematikawan Persia al-Khwarizmi pada 830. Karya ini berisi tabel pergerakan Matahari, bulan, dan lima planet yang dikenal pada waktu itu, dan penting karena memperkenalkan konsep Ptolemaik ke dalam ilmu pengetahuan Islam. Karya ini juga menandai titik balik dalam astronomi Islam. Sebelumnya, para astronom Muslim telah mengadopsi pendekatan penelitian utama di bidang ini, menerjemahkan karya orang lain dan mempelajari pengetahuan yang telah ditemukan. Karya al-Khwarizmi menandai awal metode studi dan perhitungan non-tradisional.[13]

Referensi

  1. ↑ "Welcome to Encyclopaedia Iranica".
  2. ↑ Yak, Doctor (Desember 21, 2019). "Yalda — The Ancient Iranian Festival celebrating Light's victory over Dark". Medium.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Trotter, James M. (2001). Reading Hosea in Achaemenid Yehud. Continuum International Publishing Group. hlm. 108. ISBN 978-1-84127-197-2.
  4. ↑ Maxouris, Christina; Moshtaghian, Artemis (Maret 20, 2019). "More than 300 million people will celebrate Nowruz (and you should, too)". CNN Digital.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "The Legend of Tir and the First Month of Summer in Persia". payvand.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-12-10. Diakses tanggal 2020-12-22.
  6. ↑ Stausberg, Michael; Sohrab-Dinshaw Vevaina, Yuhan (2015). "The Iranian festivals: Nowruz and Mehregan". The Wiley-Blackwell Companion to Zoroastrianism. John Wiley & Sons. hlm. 494–495. ISBN 978-1118786277.
  7. ↑ Yak, Doctor (Desember 21, 2019). "Yalda — The Ancient Iranian Festival celebrating Light's victory over Dark". Medium.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ "ČELLA – Encyclopaedia Iranica". www.iranicaonline.org.
  9. ↑ Richter, Joanne (2005). Iran, the culture. New York: Crabtree Pub. Co. hlm. 18. ISBN 0-7787-9317-6.
  10. ↑ "Culture of Iran: Astrology & Astronomy in Iran and Ancient Mesopotamia".
  11. 1 2 "Culture of Iran: Astrology & Astronomy in Iran and Ancient Mesopotamia".
  12. ↑ Sardar, Marika (Agustus 2011). "Astronomy and Astrology in the Medieval Islamic World". Met Museum. Diakses tanggal 2023-01-29.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ Dallal (1999), pg. 163
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan